Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, TelkomGroup bersama anak usahanya, Mitratel, melaksanakan aksi nyata pelestarian laut dengan menanam 2.000 fragmen karang di perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta pada Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Telkomsel Tanam 1.000 Mangrove dari Konversi Langkah Pelari Digiland Run 2026
Kegiatan transplantasi terumbu karang ini merupakan bagian dari program BISA Biru, inisiatif keberlanjutan TelkomGroup yang fokus pada pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan ekosistem. Tidak hanya penanaman, tim juga memasang 100 media restorasi karang untuk mempercepat pemulihan habitat laut.
Lebih dari 30 peserta turun langsung dalam aksi ini. Mereka berasal dari TelkomGroup, Mitratel, komunitas lingkungan, pemerintah setempat, serta masyarakat lokal.
Baca Juga: Paket Bundling Telkomsel dan Fola Play untuk Piala Dunia 2026
Sebelum turun ke air, seluruh peserta mendapatkan edukasi mengenai kondisi ekosistem laut dan manfaat vital terumbu karang.
Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, mengatakan, “Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kami ingin menegaskan bahwa menjaga kelestarian laut merupakan tanggung jawab bersama. Terumbu karang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, melalui kolaborasi bersama Mitratel dan masyarakat, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus mendorong semakin banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam menjaga ekosistem laut Indonesia.”
Terumbu karang memang memiliki fungsi krusial, mulai dari habitat biota laut, pelindung pantai dari abrasi, hingga penopang ekonomi masyarakat pesisir. Sayangnya, perubahan iklim, pencemaran, dan aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan terus mengancam kelestariannya.
Baca Juga: TelkomGroup Rilis Sustainability Report 2025, Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG
Melalui program BISA Biru, TelkomGroup meyakini bahwa kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan lingkungan laut Indonesia.








Leave a Comment