Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat strategi pengembangan sumber daya manusia digital dengan menghadirkan Telkom Athon #10 x Digistar. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk membangun early pipeline calon AI Engineer di lingkungan TelkomGroup, sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta kecerdasan artifisial yang kompeten dan siap pakai.
Berbeda dengan pelatihan terbuka pada umumnya, Telkom Athon #10 x Digistar bersifat invitation-only dan diperuntukkan secara eksklusif bagi talenta terpilih. Peserta berasal dari alumni program Digistar dengan jenjang tertentu yang telah menunjukkan performa tinggi, komitmen kuat, serta potensi berkembang sebagai high potential dan superstar talent di bidang AI. Pendekatan ini menegaskan fokus Telkom pada kualitas talenta sebagai fondasi transformasi digital jangka panjang.
Baca juga: Telkom Perluas Ekosistem Talenta AI Nasional Lewat Peresmian Digistar Club UNP

Menjawab Tantangan Kebutuhan Talenta AI
Seiring pesatnya adopsi teknologi berbasis kecerdasan artifisial di berbagai sektor, kebutuhan terhadap AI Engineer dengan kompetensi relevan semakin meningkat. Telkom Athon #10 x Digistar hadir untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan talenta digital. Program ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat penguasaan teknologi, tetapi juga membangun kemampuan analisis dan pemecahan masalah berbasis kasus nyata.
Kegiatan pembelajaran diselenggarakan sepenuhnya secara daring pada periode 15 Desember 2025 hingga 6 Maret 2026. Selama program berlangsung, peserta mendapatkan berbagai benefit pendukung pengembangan kompetensi, mulai dari akses LinkedIn Learning License, Development Grant, sertifikat, hingga kesempatan berperan sebagai mentor maupun narasumber di berbagai kegiatan Digistar.
Pembelajaran End-to-End Berbasis Praktik
Telkom Athon #10 x Digistar mengusung alur pembelajaran terstruktur yang mencakup tahap assessment, sesi pembelajaran intensif, hingga penyelesaian final project. Pendekatan end-to-end ini memberikan pengalaman praktik yang komprehensif, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan solusi AI dalam konteks kebutuhan industri.
Kurikulum program disusun ringkas dan aplikatif melalui empat fase utama. Materi pembelajaran mencakup penguatan fundamental AI hingga penerapan teknik lanjutan, seperti natural language processing (NLP), deep learning, prompt engineering, dan machine learning operations (MLOps). Dengan struktur tersebut, peserta didorong untuk menguasai teknologi secara menyeluruh sekaligus memahami tantangan implementasi di dunia nyata.
Talenta sebagai Fondasi Transformasi Digital
Senior General Manager Telkom Corporate University, Muhammad Subhan Iswahyudi, menegaskan bahwa Telkom Athon #10 x Digistar memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta AI yang relevan bagi masa depan Indonesia. Melalui kombinasi pembelajaran mendalam, pendampingan mentor ahli, serta proyek berbasis kasus nyata, peserta diharapkan mampu mengembangkan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri nasional.
Menurutnya, pembangunan ekosistem digital tidak hanya bertumpu pada penguatan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang mampu menciptakan solusi inovatif. Oleh karena itu, program ini dirancang sebagai fondasi awal bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi AI Engineer yang kompeten dan berkontribusi nyata dalam mendorong kemajuan bangsa.
Jembatan Strategis Menuju Peran Kunci
Lebih dari sekadar program pengembangan kompetensi, Telkom Athon #10 x Digistar juga diposisikan sebagai jembatan strategis bagi talenta unggulan untuk memasuki peran-peran penting dalam perjalanan transformasi digital TelkomGroup. Melalui ekosistem pembelajaran Digistar yang berkelanjutan, Telkom membuka ruang bagi talenta digital untuk berkembang, berinovasi, dan memberikan dampak langsung bagi organisasi maupun masyarakat.
Ke depan, Telkom akan terus menghadirkan berbagai program pengembangan talenta digital yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat daya saing nasional melalui investasi berkelanjutan pada pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi digital.







Leave a Comment