TelkomGroup melalui PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) melanjutkan pengembangan teknologi konektivitas berbasis stratosfer bersama AALTO HAPS Limited, anak perusahaan Airbus. Kolaborasi ini difokuskan pada eksplorasi teknologi High Altitude Platform System (HAPS) sebagai bagian dari strategi pembangunan infrastruktur telekomunikasi generasi berikutnya yang melengkapi jaringan terestrial di Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Mitratel dan AALTO dalam rangkaian agenda Mobile World Congress (MWC) di Barcelona. Melalui kolaborasi ini, kedua pihak akan mengeksplorasi integrasi teknologi stratospace dengan infrastruktur telekomunikasi yang telah ada.
Teknologi Stratosfer sebagai Infrastruktur Generasi Berikutnya
Dalam kerja sama ini, AALTO akan berperan sebagai penyedia layanan konektivitas stratospace sekaligus operator Stratocraft. Peran tersebut mencakup penempatan, pengoperasian, serta pengelolaan platform berbasis HAPS yang beroperasi di lapisan stratosfer.
Sementara itu, Mitratel akan mendukung implementasi teknologi tersebut melalui penyediaan serta pengelolaan infrastruktur menara telekomunikasi yang menjadi bagian dari ekosistem jaringan.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menjelaskan bahwa pengembangan teknologi ini merupakan langkah strategis TelkomGroup dalam menyiapkan fondasi infrastruktur digital masa depan.
“Teknologi HAPS memiliki potensi untuk menjawab tantangan penyediaan layanan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sejalan dengan kebutuhan pemerintah dan kebutuhan dasar masyarakat atas akses konektivitas yang merata. Selain itu, solusi ini juga dapat dimanfaatkan dalam situasi kebencanaan ketika infrastruktur terestrial mengalami gangguan, sehingga mendukung proses pemulihan layanan secara lebih cepat dan efektif,” ujar Seno.
Menurutnya, teknologi berbasis stratosfer dapat berfungsi sebagai pelengkap jaringan darat yang saat ini menjadi tulang punggung konektivitas nasional.
Baca berita lain : Mudik Gratis Telkom 2026 Resmi Dibuka, Siapkan 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Rute Kapal Laut
Integrasi HAPS dan Infrastruktur Telekomunikasi
Mitratel sebagai penyedia infrastruktur menara telekomunikasi akan berperan penting dalam mendukung integrasi teknologi baru tersebut dengan jaringan eksisting. Sinergi antara menara telekomunikasi dan platform HAPS diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan keandalan jaringan.
CEO Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan bahwa inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem infrastruktur digital nasional.
“Sinergi antara infrastruktur menara dan teknologi HAPS diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, memperluas cakupan, serta mendukung ketahanan sistem telekomunikasi nasional. Kesepahaman ini memberikan landasan yang lebih kokoh bagi kedua pihak untuk menyusun peta jalan implementasi yang terukur dan berorientasi jangka panjang,” jelasnya.
Momentum Komersialisasi Teknologi Stratospace
Di sisi lain, CEO AALTO Hughes Boulnois menyebut kerja sama ini terjadi di tengah meningkatnya momentum komersial teknologi stratospace secara global. Platform Zephyr yang dikembangkan AALTO dinilai mampu menghadirkan konektivitas langsung ke perangkat pengguna atau direct-to-device.
“Kemampuan Zephyr dalam menghadirkan konektivitas langsung ke perangkat (direct-to-device) membuka peluang untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses sekaligus meningkatkan keandalan jaringan. Asia-Pasifik menjadi kawasan strategis bagi pertumbuhan AALTO dan bagian penting dari evolusi konektivitas global,” ungkap Hughes.
Teknologi ini memungkinkan penyediaan layanan konektivitas dari ketinggian stratosfer dalam waktu yang lama dengan efisiensi energi, sehingga dapat menjadi alternatif solusi untuk menjangkau wilayah yang sulit dilayani oleh infrastruktur darat.
Studi Kelayakan dan Pengujian Teknologi
TelkomGroup menegaskan bahwa pengembangan teknologi ini akan dilakukan secara bertahap melalui serangkaian pengujian serta studi kelayakan yang komprehensif. Kajian tersebut mencakup berbagai aspek mulai dari bisnis, finansial, teknis, operasional, hingga regulasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan implementasi teknologi berjalan secara terukur serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
Kerja sama antara Mitratel dan AALTO sendiri merupakan kelanjutan dari kesepahaman yang telah terjalin sejak 2023. Dalam kesepakatan terbaru, kedua perusahaan sepakat memperpanjang masa kerja sama hingga Oktober 2027.
Melalui kolaborasi ini, TelkomGroup berharap integrasi teknologi HAPS dengan infrastruktur telekomunikasi nasional dapat membuka peluang baru dalam memperluas akses konektivitas sekaligus mempercepat transformasi digital di berbagai wilayah Indonesia.
Baca berita lain : Remitansi Pekerja Migran Masuk Era Digital: Finnet–KP2MI Integrasikan Sistem Pembayaran Lebih Aman dan Efisien







Leave a Comment