PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat langkah pemulihan layanan telekomunikasi pasca bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan mengaktifkan dukungan satelit Mangostar yang berfungsi sebagai konektivitas darurat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan komunikasi di wilayah terdampak tetap berjalan, terutama di area yang akses darat serta infrastruktur listriknya masih belum stabil.
Telkom Indonesia melalui anak usahanya Telkomsat menempatkan tambahan unit backup satelit Mangostar di enam posko bencana, yang tersebar di beberapa titik terdampak paling parah di tiga provinsi tersebut. Aktivasi satelit difokuskan untuk menjaga komunikasi tim teknis TelkomGroup, relawan di lapangan, serta warga yang sedang mengungsi di posko selama proses pemulihan berlangsung.
Dukungan satelit ini melengkapi jalur komunikasi alternatif lainnya yang sudah lebih dulu dioperasikan sejak awal bencana terjadi, termasuk backup IP radio dan optimalisasi jaringan berbasis konfigurasi lintas provinsi. Langkah ini dinilai penting mengingat sebagian jalur transmisi utama, terutama fiber optik, mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan teknis yang tidak dapat dilakukan secara instan.
Baca juga: TelkomGroup Tambah Backup Satelit untuk Percepat Pemulihan Layanan Komunikasi di Sumatra
Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, menyampaikan apresiasi terhadap sinergi antara pemerintah dan operator dalam memulihkan akses komunikasi di wilayah terdampak. Dalam agenda Press Conference Rapat Koordinasi Penanganan Akses Telekomunikasi di Medan, ia menegaskan bahwa pemerintah menargetkan layanan dapat kembali normal dalam lima hari ke depan, seiring dengan pemulihan listrik di sejumlah titik.
Sementara itu, Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menuturkan bahwa medan berat serta keterbatasan akses menuju beberapa lokasi menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan. Ia menjelaskan bahwa pemulihan konektivitas harus dilakukan secara bertahap dan membutuhkan penguatan melalui teknologi satelit agar komunikasi darurat dapat tetap terjaga. “Di sejumlah daerah terdampak, tantangan utama kami adalah akses menuju lokasi dan masalah sumber daya listrik yang tidak stabil. Kerusakan pada jalur transmisi, terutama fiber optik, juga membuat proses perbaikan membutuhkan waktu dan upaya teknis tambahan,” ungkapnya.
Selain penguatan konektivitas, TelkomGroup juga terus menyalurkan bantuan kemanusiaan, membuka posko tanggap darurat, serta menyediakan internet gratis bagi masyarakat. Dukungan kesehatan melalui klinik darurat Yakes serta penyaluran kebutuhan logistik dari TERRA Telkomsel turut menjadi bagian dari upaya holistik TelkomGroup di lapangan.
Dengan seluruh rangkaian dukungan satelit dan jalur alternatif, Telkom Indonesia memastikan proses normalisasi layanan telekomunikasi dapat berlangsung lebih optimal. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk bekerja 24/7 dengan fokus pada area paling kritikal hingga seluruh jaringan kembali normal.
Masyarakat dapat memantau perkembangan pemulihan layanan melalui hotline tanggap bencana TelkomGroup di 0800-111-9000, layanan bebas pulsa 24 jam.









Leave a Comment