Momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi periode krusial bagi layanan telekomunikasi nasional. Di saat mobilitas dan aktivitas digital masyarakat melonjak, TelkomGroup tidak hanya bersiaga menjaga kualitas jaringan, tetapi juga menjalankan misi penting lain: mempercepat pemulihan infrastruktur telekomunikasi di wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Melalui program TelkomGroup Siaga NATARU 2025/2026, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama seluruh entitas anak memastikan layanan digital tetap andal, baik di wilayah padat aktivitas liburan maupun di daerah yang masih dalam tahap recovery pascabencana.
Berita sebelumnya: TelkomGroup Siaga NATARU 2025/2026, Kerahkan 13.700 Personel Jaga Lonjakan Trafik Digital Nasional
Siaga NATARU Berjalan Bersamaan dengan Recovery Bencana
Kesiapsiagaan TelkomGroup pada NATARU kali ini memiliki tantangan berbeda. Selain menghadapi lonjakan trafik layanan yang diperkirakan meningkat signifikan, Telkom juga harus memastikan pemulihan jaringan di sejumlah wilayah Sumatera tetap berjalan optimal.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, bahkan melakukan peninjauan langsung ke Posko TelkomGroup Siaga NATARU 2025/2026 di wilayah Telkom Regional III. Langkah ini menjadi simbol komitmen manajemen untuk memastikan kesiapan jaringan sekaligus memantau langsung progres pemulihan layanan di wilayah terdampak bencana.
Kick-off Posko TelkomGroup Siaga NATARU 2025/2026 pun digelar secara nasional secara daring, melibatkan seluruh titik posko pusat dan regional. Agenda ini diperkuat dengan koordinasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital terkait kesiapan operasional serta progres pemulihan infrastruktur di Sumatera.
Progres Pemulihan Jaringan di Sumatera Terus Meningkat
Pemulihan jaringan pascabencana di Sumatera menjadi salah satu fokus utama TelkomGroup selama periode NATARU. Berdasarkan pemantauan hingga pertengahan Desember 2025, progres perbaikan infrastruktur menunjukkan hasil yang cukup signifikan.
Untuk wilayah Sumatera Barat, pemulihan jaringan telah mencapai lebih dari 90 persen. Sumatera Utara bahkan sudah berada di kisaran 97 hingga 98 persen. Sementara itu, Aceh mencatat progres pemulihan sekitar 73,5 persen dan terus dikebut agar layanan dapat kembali normal sepenuhnya.
Telkom juga telah menyelesaikan perbaikan pada 31 Sentral Telepon Otomat (STO) yang terdampak bencana dan seluruhnya sudah kembali beroperasi normal. Di sisi backbone utama, ruas Sibolga–Pematang Siantar–Padang Sidempuan telah dipulihkan, sementara penanganan gangguan jaringan transmisi dan SKSO mencapai sekitar 90 persen.
Untuk memastikan dua misi besar ini berjalan beriringan, TelkomGroup mengerahkan sumber daya dalam skala besar. Selama periode 19 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026, TelkomGroup mengoperasikan 22 Posko Siaga NATARU yang terdiri dari 9 posko utama dan 13 posko milik anak perusahaan.
Sebanyak 13.700 personel ditugaskan secara bergantian selama 24 jam penuh setiap hari. Seluruh aktivitas pemantauan jaringan dilakukan secara real-time melalui sistem smart command center guna memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani dengan cepat, baik di wilayah wisata, jalur transportasi, maupun daerah terdampak bencana.
Menjaga Konektivitas di Tengah Cuaca dan Mobilitas Tinggi
Selain bencana alam yang masih berlangsung di beberapa wilayah, faktor cuaca ekstrem juga menjadi perhatian serius selama NATARU. TelkomGroup melakukan penguatan ketahanan energi dengan memastikan ketersediaan power backup dan genset untuk menjaga operasional jaringan tetap berjalan saat terjadi gangguan kelistrikan.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi menjaga pengalaman pelanggan agar tetap bisa berkomunikasi, mengakses layanan digital, dan menikmati momen kebersamaan tanpa gangguan berarti selama libur akhir tahun.
Di luar aspek teknis dan operasional, TelkomGroup memaknai NATARU sebagai momentum untuk memperkuat peran sosial perusahaan. Berbagai bantuan sosial disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana, termasuk dukungan bagi UMKM agar bisa kembali produktif di tengah kondisi sulit.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan TelkomGroup di NATARU 2025/2026 tidak semata berorientasi pada layanan dan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan dan kepedulian terhadap masyarakat.
Menjaga Layanan, Memulihkan Harapan
Melalui strategi siaga jaringan yang terintegrasi dengan percepatan pemulihan pascabencana, TelkomGroup berupaya memastikan masyarakat tetap terhubung di momen penting akhir tahun. Di tengah tantangan cuaca, bencana, dan lonjakan trafik, TelkomGroup menempatkan keandalan layanan dan kepentingan publik sebagai prioritas utama.
Langkah ini menegaskan peran TelkomGroup sebagai tulang punggung konektivitas nasional, yang tidak hanya hadir saat kondisi normal, tetapi juga tetap berdiri di garis depan ketika masyarakat membutuhkan koneksi paling krusial.








Leave a Comment