Meta secara diam-diam telah menyuntikkan kecerdasan buatan ke dalam berbagai lini produknya. Dalam laporan pendapatan kuartal kedua 2025 yang dirilis baru-baru ini, perusahaan mengungkapkan bahwa model AI besar (large language models/LLM) kini mulai digunakan untuk menentukan peringkat konten di berbagai aplikasi populer mereka seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, hingga Threads.
“Model bahasa besar mulai mengatur cara postingan ditampilkan di feed pengguna,” ujar Susan Li, Chief Financial Officer Meta, dalam panggilan konferensi pendapatan seperti dikutip dari The Verge. Ini menandakan bahwa AI tidak lagi hanya digunakan untuk chatbot atau eksperimen terbatas, tapi sudah menjadi tulang punggung utama dalam pengalaman sosial pengguna.
Langkah ini sejalan dengan pergeseran prioritas Meta dari proyek metaverse ke kecerdasan buatan yang lebih nyata dampaknya. CEO Meta Mark Zuckerberg menyatakan bahwa saat ini fokus utama perusahaan adalah menciptakan superintelligence — AI yang disebutnya mampu “melampaui kecerdasan manusia dalam segala hal.” Ambisi besar ini didukung oleh investasi besar-besaran, termasuk perekrutan tim khusus AI dan penyediaan fasilitas komputasi super yang “tak tertandingi.”
Menariknya, integrasi AI ini juga telah berdampak nyata pada bisnis utama Meta. Model AI baru yang digunakan untuk iklan diklaim mampu meningkatkan konversi iklan sebesar 5% di Facebook dan 3% di Instagram. Artinya, AI tak hanya memengaruhi apa yang pengguna lihat, tapi juga bagaimana bisnis menghasilkan pendapatan dari iklan.
Dengan hampir 3,5 miliar pengguna aktif harian di seluruh platform Meta, dampak perubahan algoritma berbasis AI ini bisa sangat luas. Meski perusahaan belum membeberkan detail teknis soal bagaimana LLM bekerja dalam sistem ranking, jelas bahwa arah strategis Meta kini berpusat pada otomatisasi dan personalisasi yang lebih presisi lewat teknologi AI.
Baca juga: Google AI Mode Kini Bisa Baca Slide Kuliah dan Jawab Pertanyaan Sulit Secara Cerdas
“Bisnis kami terus menunjukkan performa yang sangat baik, yang memungkinkan kami berinvestasi besar dalam AI,” kata Zuckerberg. AI kini menjadi taruhan besar berikutnya bagi Meta — taruhan yang tampaknya bukan hanya soal masa depan, tapi juga masa kini dari pengalaman digital miliaran pengguna.







Leave a Comment