Ledakan Kuota Universitas Double First-Class: 100.000+ Kursi Baru Fokus Jurusan AI

Dewita

No comments
Ekspansi Universitas Double First-Class: 100.000+ Mahasiswa & Jurusan AI Baru
Ledakan Kuota Universitas Double First-Class: 100.000+ Kursi Baru Fokus Jurusan AI. Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

China kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun kekuatan sumber daya manusia di era kecerdasan buatan. Periode “Lima Belas Lima” (2026-2030) akan menjadi saksi ekspansi besar-besaran penerimaan mahasiswa baru di lingkungan universitas “Double First-Class”, dengan total penambahan kuota melampaui angka 100.000 kursi. Langkah ini sejalan dengan ambisi negara tersebut untuk mendominasi lanskap teknologi global, sekaligus menjawab kebutuhan industri yang kian haus akan talenta digital.

Baca Juga: Apple Rilis iOS 27 Beta 2 dengan Fitur Wallet Insights dan Write with Siri

Dilansir dari ithome.com, tahun ini banyak universitas terkemuka yang mengumumkan perluasan penerimaan mahasiswa secara signifikan. Bahkan, beberapa di antaranya telah merinci angka pasti penambahan kursi untuk tahun akademik 2026 mendatang. Ekspansi ini mencerminkan kebijakan pemerintah China untuk memperkuat sumber daya manusia di sektor teknologi tinggi.

Universitas Tenggara (Southeast University) memimpin dengan penambahan 600 mahasiswa, diikuti Universitas Xidian yang menambah 400 kursi. Universitas Xi’an Jiaotong tidak mau ketinggalan dengan 360 tambahan mahasiswa baru.

Baca Juga: Google Kembangkan TPU v9 Triggerfish, Dioptimalkan untuk Inferensi AI?

Sementara itu, tiga universitas bergengsi—Fudan, Nanjing, dan Lanzhou—masing-masing menambah 300 mahasiswa. Angka-angka ini menunjukkan skala masif dari upaya peningkatan kapasitas pendidikan tinggi China.

Melengkapi daftar, Universitas Pos dan Telekomunikasi Beijing (BUPT) mengalokasikan 180 kursi tambahan untuk angkatan 2026. Universitas Teknologi Tiongkok Selatan (SCUT) juga memperluas jangkauannya secara nasional dengan 150 tempat lebih banyak dibanding tahun 2025.

Yang menarik, lima universitas lain—Tongji, Nankai, Shandong, Pusat Keuangan dan Ekonomi, serta Pertambangan dan Teknologi Tiongkok (Beijing)—secara serempak menambah 100 kursi pada tahun yang sama. Variasi penambahan ini menandakan bahwa ekspansi dilakukan secara merata di berbagai institusi papan atas.

Tidak hanya menambah jumlah mahasiswa, kampus-kampus top ini juga meluncurkan program studi baru yang sangat relevan dengan revolusi industri 4.0. Bidang kecerdasan buatan dan kelas cerdas (smart class) menjadi fokus utama. Sebanyak sembilan universitas, termasuk Universitas Beihang, Universitas Xi’an Jiaotong, Universitas Pos dan Telekomunikasi Beijing, dan Institut Teknologi Harbin, secara bersamaan mendapatkan persetujuan untuk membuka jurusan “kecerdasan buatan yang terwujud” (embodied AI). Jurusan ini diyakini akan menjadi pionir dalam mencetak insinyur yang mampu mengintegrasikan AI dengan sistem fisik seperti robot humanoid atau kendaraan otonom, mempertegas arah perkembangan teknologi China ke depan.

Universitas Tongji juga tidak tinggal diam. Kampus yang berbasis di Shanghai itu menambah dua jurusan sarjana baru: Robotika Masa Depan dan Internet Rekayasa.

Selain itu, sejumlah universitas secara serentak memperluas penerimaan untuk jurusan teknik robotika, ilmu komputer, data besar (big data), dan kecerdasan buatan. Kombinasi ini menegaskan betapa besarnya perhatian pemerintah dan dunia pendidikan terhadap penguasaan teknologi AI dan turunannya.

Di tengah gegap gempita perluasan penerimaan, para peserta ujian masuk perguruan tinggi nasional (Gaokao) juga tengah menanti momen krusial: pengumuman nilai. Mulai 23 Juni 2026, nilai Gaokao di berbagai provinsi akan diumumkan secara bertahap.

Mayoritas provinsi akan merilis nilai antara tanggal 23 hingga 26 Juni. Peserta dapat mengecek hasil ujian melalui situs web resmi otoritas ujian pendidikan provinsi, akun resmi WeChat, dan saluran lain yang telah ditentukan.

Transparansi dan kemudahan akses ini menjadi bagian penting dalam ekosistem penerimaan mahasiswa baru.

Untuk membantu para calon mahasiswa dalam memilih universitas dan jurusan, Kementerian Pendidikan China telah memperbarui dan meningkatkan sistem layanan informasi “Sinar Matahari” (阳光志愿) dari platform “Gaokao Sinar Matahari”. Sistem ini menyediakan layanan publik gratis yang memanfaatkan analisis data besar dan algoritma unik berbasis data penerimaan tahun sebelumnya. Dengan memasukkan perkiraan nilai atau peringkat, sistem ini mensimulasikan penyaringan universitas dan jurusan secara otomatis, memberikan referensi pengisian formulir pilihan yang lebih akurat dan personal. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi kebingungan dan meningkatkan peluang siswa masuk ke program yang sesuai.

Baca Juga: Qualcomm Dilaporkan Siapkan Refresh Snapdragon X2, Calypso Muncul di Chromium

Langkah masif ini menunjukkan komitmen China dalam mencetak talenta unggul di bidang teknologi. Dengan bertambahnya kuota dan jurusan-jurusan futuristik, persaingan menuju universitas top diprediksi akan semakin ketat, namun peluang bagi calon mahasiswa juga semakin terbuka lebar. Sementara itu, teknologi seperti sistem “Sinar Matahari” akan menjadi jembatan digital yang memandu mereka menuju pilihan tepat di era pendidikan yang makin terintegrasi dengan data.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Dewita

Teknologi itu adalah karya seni! semakin diikuti semaki tidak ada habisnya. Tertarik dengan dunia Smartphone khususnya Android

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment