Xiaomi akhirnya resmi merilis skema rumah pintar AI open source terbarunya, Miloco 2.0, pada 18 Juni 2026. Solusi ini membawa angin segar bagi pengguna setia ekosistem Mi Home dengan menghadirkan kecerdasan buatan yang lebih proaktif dan personal.
Baca Juga: DeepSeek Raih Pendanaan 51 Miliar Yuan, Didukung Tencent hingga CATL
Dilansir dari ithome.com, Miloco 2.0 merupakan pengembangan dari versi sebelumnya, Miloco 1.0. Skema ini dibangun menggunakan model besar buatan sendiri, MiMo, dan mengintegrasikan agen AI melalui platform OpenClaw.
Model MiMo yang menjadi otak dari Miloco 2.0 merupakan model multimodal yang dikembangkan sendiri oleh Xiaomi. Dengan kemampuan memahami berbagai jenis input, MiMo mampu menjadi fondasi persepsi dan pengambilan keputusan bagi seluruh perangkat pintar di rumah.
Baca Juga: Snapdragon Reality Elite: GPU Naik 60%, NPU Naik 160%
Sementara itu, OpenClaw bertindak sebagai platform integrasi agen AI, memungkinkan Miloco 2.0 untuk berinteraksi secara mulus dengan berbagai perangkat dan layanan di ekosistem Mi Home.
Dengan kemampuan multimodal, Miloco 2.0 tidak hanya sekadar merespons perintah, tetapi juga mampu memberikan sapaan proaktif saat penghuni pulang lebih malam dari biasanya. Sistem ini juga dapat mendeteksi perangkat Mi Home baru dan secara otomatis merekomendasikan skenario otomatis yang sesuai.
Salah satu keunggulan Miloco 2.0 adalah kemampuannya dalam identifikasi bahaya umum. Misalnya, sistem dapat mengenali ketika anak kecil bermain pisau atau mendeteksi lansia yang terjatuh, lalu memberikan peringatan atau tindakan pencegahan yang diperlukan.
Tak berhenti di situ, Miloco 2.0 mendukung identifikasi anggota keluarga melalui pengenalan wajah dan bentuk tubuh. Data ini kemudian disimpan sebagai kebiasaan jangka panjang untuk dijadikan referensi dalam pengambilan keputusan oleh agen AI.
Kebiasaan yang sudah stabil bisa diubah menjadi tugas keluarga otomatis, seperti otomatisasi berbasis kondisi, pengingat obat, hingga statistik kebiasaan olahraga.
Untuk memudahkan pemantauan, Xiaomi menyediakan panel Web yang menampilkan ikhtisar rumah secara lengkap. Di panel ini, pengguna bisa melihat status perangkat Mi Home, daftar anggota keluarga, arsip keluarga, dan log peristiwa yang terjadi di rumah.
Panel web ini memudahkan pemilik rumah untuk memantau aktivitas secara real-time tanpa harus selalu membuka aplikasi di ponsel. Dengan tampilan yang intuitif, pengguna dapat dengan cepat mengecek kondisi rumah, seperti siapa yang baru saja pulang atau perangkat mana yang perlu perhatian.
Sebagai solusi open source, kode sumber Miloco 2.0 sudah tersedia secara terbuka di GitHub. Xiaomi merekomendasikan penggunaan Mac mini sebagai perangkat keras yang ideal untuk menjalankan skema ini.
Adapun persyaratan minimum yang dibutuhkan adalah RAM 4 GB dan penyimpanan 256 GB. Sistem operasi yang didukung adalah macOS atau Linux, sementara pengguna Windows tetap bisa menggunakannya melalui WSL (Windows Subsystem for Linux).
Tentu saja, untuk menjalankan Miloco 2.0, pengguna memerlukan akun Xiaomi yang sudah terhubung dengan perangkat Mi Home. Selain itu, dua model AI multimodal dari Xiaomi juga wajib diinstal, yakni MiMo-v2.5 untuk persepsi dan MiMo-v2.5-pro untuk agen.
Dengan peluncuran Miloco 2.0, Xiaomi menunjukkan komitmennya dalam mendorong ekosistem rumah pintar yang lebih terbuka dan cerdas. Bagi para pengembang dan pengguna setia, kehadiran skema open source ini membuka peluang kustomisasi yang lebih luas, sekaligus menghadirkan pengalaman rumah pintar yang benar-benar adaptif terhadap kebutuhan penghuninya.
Baca Juga: Waspada! Serangan ClickFix Kini Hadirkan Tiga Loader Malware Baru
Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan yang terus belajar, rumah pintar bukan lagi sekadar remote control canggih, melainkan asisten hidup yang memahami dan mengantisipasi kebutuhan kita.








Leave a Comment