Xiaomi kembali menggebrak panggung kecerdasan buatan. Raksasa teknologi asal Tiongkok ini resmi meluncurkan mode UltraSpeed untuk model bahasa besar (LLM) andalannya, MiMo-V2.5-Pro.
Baca Juga: iPadOS 27 Developer Beta Kini Tersedia, Ini Cara Download-nya
Dengan kemampuan menembus 1.000 token per detik pada GPU standar, performa ini menjadikannya salah satu yang tercepat di pasaran dan membuat generasi teks AI terasa nyaris instan.
Dilansir dari gizmochina.com, mode baru ini merupakan hasil kerja sama dengan TileRT dan akan tersedia melalui uji coba API terbatas yang berlangsung dari 9 hingga 23 Juni 2026. Xiaomi menyebut pencapaian ini sebagai lompatan besar melalui desain sistem yang terintegrasi erat dengan model.
Baca Juga: iOS 27 Resmi Diperkenalkan, Bawa Siri AI dan Fitur Alarm Liburan
MiMo-V2.5-Pro sendiri bukan model ringan. Dengan 1 triliun parameter, ia adalah bagian dari keluarga model MiMo yang terus berkembang, mencakup kemampuan teks, suara, hingga multimodal.
Model ini pertama kali diperkenalkan pada April 2026 dan kini hadir dengan opsi performa baru yang jauh lebih kencang.
Sebagai perbandingan, model sebelumnya, MiMo-V2-Flash, yang dirilis pada Desember 2025, hanya mampu menghasilkan 150 token per detik—setara sekitar 110 kata per detik. Angka itu sebenarnya sudah melampaui kecepatan membaca atau berbicara manusia tercepat.
Namun mode UltraSpeed langsung menggebrak dengan output sekitar 10 kali lebih cepat dibandingkan akses API standar MiMo-V2.5-Pro.
“Tonggak pencapaian ini dimungkinkan melalui ‘desain bersama terbaik’ dari model dan sistem yang mendasarinya,” kata Xiaomi. Kolaborasi antara arsitektur model dan sistem inferensi membuat efisiensi meningkat drastis tanpa harus mengandalkan perangkat keras khusus.
Meski menawarkan peningkatan kecepatan luar biasa, harga yang dikenakan untuk API UltraSpeed juga naik. Xiaomi menetapkan tarif 3 kali lipat dari akses standar. Untuk gambaran, MiMo-V2.5-Pro reguler mematok biaya output 6 yuan per juta token, sementara untuk input dikenakan 0,025 yuan jika cache hit dan 3 yuan jika cache miss. “Kami memberikan kenaikan harga 3x tetapi dengan pengalaman output 10x,” tegas perusahaan, menyoroti nilai lebih yang didapat pengembang.
Namun, akses ke mode UltraSpeed ini tidak dijual bebas. Xiaomi hanya membuka uji coba API berbasis aplikasi selama periode terbatas.
Tidak ada dukungan untuk Paket Token pada uji coba ini, dan sumber daya inferensi berkecepatan tinggi masih terbatas. Perusahaan memprioritaskan perusahaan dan pengembang profesional yang memiliki kebutuhan bisnis asli.
Bagi pendaftar yang disetujui, Xiaomi menawarkan pengalaman Chat gratis selama dua minggu. Namun, ada sejumlah pembatasan: maksimum 10 entri antrean per akun per hari, durasi setiap sesi dibatasi 30 menit, dan jika lebih dari 5 menit tidak aktif, sumber daya uji coba akan dilepaskan secara otomatis.
Keluarga model MiMo sendiri terus memperluas cakupannya. Dari awalnya hanya teks, kini Xiaomi sudah menyuntikkan kemampuan suara dan multimodal ke dalam ekosistem MI-nya.
Peluncuran mode UltraSpeed ini menegaskan ambisi Xiaomi untuk bersaing di papan atas pengembangan AI generatif.
Baca Juga: Anthropic Dorong Jeda Pengembangan AI Jika Risiko Meningkat
Dengan uji coba yang sedang berlangsung, para pengembang dan perusahaan bisa segera merasakan langsung kecepatan generasi teks yang nyaris tanpa jeda. Bagi yang tertarik, segera daftarkan aplikasi sebelum periode uji coba berakhir pada 23 Juni 2026.








Leave a Comment