Pemulihan jaringan telekomunikasi pasca bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatra menunjukkan progres signifikan. TelkomGroup menyatakan bahwa 90% Base Transceiver Station (BTS) di Sumatra Utara dan Sumatra Barat telah kembali aktif. Setelah capaian tersebut, fokus pemulihan kini dialihkan sepenuhnya ke wilayah Aceh, yang masih menjadi daerah dengan tingkat gangguan jaringan paling tinggi.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama jajaran TelkomGroup terus mengerahkan sumber daya untuk memastikan layanan komunikasi kembali normal, terutama di area yang terdampak paling parah. Upaya ini menjadi krusial mengingat jaringan telekomunikasi merupakan infrastruktur vital dalam situasi pemulihan pasca bencana.
Berita sebelumnya: Layanan TelkomGroup di Sumatra Pulih di Atas 80%, Percepatan Pemulihan Terus Dikebut
Progres Pemulihan Jaringan di Sumatra
Hingga Sabtu (13/12), TelkomGroup telah berhasil mengaktifkan kembali kantor Sentral Telepon Otomat (STO) Telkom di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Di Sumatra Utara dan Sumatra Barat, kondisi jaringan dinilai relatif stabil dengan tingkat pemulihan BTS mencapai sekitar 90%.
Capaian tersebut diperoleh melalui kerja intensif tim teknis yang melakukan perbaikan infrastruktur jaringan di tengah tantangan medan dan kondisi cuaca pasca bencana. Aktivasi kembali BTS menjadi prioritas utama agar layanan komunikasi masyarakat, instansi, dan relawan dapat kembali berjalan optimal.
Aceh Jadi Perhatian Utama TelkomGroup

Berbeda dengan dua provinsi lainnya, pemulihan jaringan di Aceh masih menghadapi tantangan besar. Hingga saat ini, baru sekitar 50% BTS di wilayah Aceh yang berhasil diaktifkan kembali. Kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor tercatat paling parah terjadi di wilayah ini.
Direktur Network Telkom, Nanang Hendarno, menegaskan bahwa seluruh kemampuan TelkomGroup kini difokuskan untuk mempercepat pemulihan jaringan di Aceh. Saat meninjau kondisi infrastruktur di Kantor STO Telkom Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Nanang menyampaikan bahwa upaya percepatan dilakukan dengan mengerahkan sumber daya lintas anak usaha.
“Di Aceh kerusakan terbesar BTS ada di sana. Kami fokuskan seluruh sumber daya yang ada di TelkomGroup untuk mempercepat recovery dari BTS yang ada di Aceh ini, mudah-mudahan 75% coverage di masing-masing kota bisa kami hidupkan lagi kurang lebih hari ini atau besok,” ujar Nanang.
Seluruh Anak Usaha Dikerahkan
Untuk mempercepat pemulihan, TelkomGroup tidak hanya mengandalkan Telkomsel sebagai operator seluler, tetapi juga melibatkan seluruh anak usaha lainnya. Pendekatan ini dilakukan agar proses perbaikan BTS yang masih terganggu dapat berjalan lebih cepat dan merata.
Menurut Nanang, prioritas utama TelkomGroup saat ini adalah memastikan layanan pelanggan dapat kembali digunakan, meskipun perbaikan fisik infrastruktur masih terus berlangsung. Fokus awal diarahkan pada pemulihan layanan, sementara pembenahan fasilitas dilakukan secara bertahap.
“Kami berupaya memprioritaskan perbaikan layanan kepada pelanggan. Kami coba me-recovery services kepada customer lebih dahulu, ini prioritas utama Telkom,” tegasnya.
Layanan Internet Gratis di Tengah Krisis
Di tengah kondisi jaringan listrik yang masih padam di sejumlah wilayah Aceh, TelkomGroup juga menyediakan layanan internet dan charger gratis di berbagai titik akses. Inisiatif ini terlihat jelas di Kota Langsa, di mana masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk tetap terhubung dan mengisi daya perangkat komunikasi.
Melihat tingginya animo warga, TelkomGroup berencana menambah jumlah access point di beberapa lokasi. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan komunikasi digital masyarakat tetap terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung.
Target Pemulihan dan Tantangan Listrik
Kondisi jaringan di Kota Langsa dilaporkan telah menunjukkan pemulihan yang lebih baik dibandingkan dengan wilayah Kuala Simpang. TelkomGroup menargetkan 75% cakupan BTS di setiap kota di Aceh dapat kembali aktif dalam waktu dekat.
Meski demikian, proses pemulihan di sejumlah titik masih sangat bergantung pada stabilitas pasokan listrik. Oleh karena itu, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar pemulihan infrastruktur telekomunikasi dapat berjalan lebih optimal.
Ke depan, TelkomGroup akan menerapkan strategi umbrella coverage, yaitu pendekatan pemulihan jaringan yang mencakup satu kota atau kabupaten secara menyeluruh. Strategi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan konektivitas dan mendukung aktivitas masyarakat pasca bencana.
Bantuan Kemanusiaan untuk Wilayah Terdampak
Selain fokus pada pemulihan jaringan, TelkomGroup juga menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah lokasi terdampak. Bantuan tersebut meliputi peralatan medis dan obat-obatan yang disalurkan ke RS Adam Malik serta wilayah Aceh Tamiang.
Bantuan yang diberikan antara lain serum anti tetanus, tabung oksigen beserta regulator, kursi roda, masker oksigen, berbagai jenis obat-obatan, hingga popok dewasa dan anak. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen TelkomGroup untuk mendukung pemulihan sosial dan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Dengan progres pemulihan yang terus berjalan, TelkomGroup menegaskan komitmennya untuk memastikan layanan telekomunikasi kembali normal dan dapat diakses secara luas oleh masyarakat Sumatra, khususnya di wilayah Aceh yang saat ini masih menjadi fokus utama.









Leave a Comment