

NIO resmi memperkenalkan generasi ketiga dari ES8, SUV listrik flagship yang kini diposisikan sebagai SUV listrik terbesar di pasar China saat ini. Model baru ini diluncurkan dalam konfigurasi 6-seater (2+2+2) dan 7-seater (2+3+2), menghadirkan kabin luas, fitur premium, dan pilihan skema kepemilikan baterai Battery-as-a-Service (BaaS).
Dilansir dari IT Home, CEO NIO Li Bin menyampaikan bahwa perusahaan tidak bisa lagi mempertahankan harga tinggi jika ingin tetap kompetitif. “Kalau NIO terus menjaga harga tinggi, akan sulit untuk bersaing di pasar. Bertahan hidup adalah yang paling penting,” tegasnya. Meskipun ditawarkan lebih murah dibanding generasi sebelumnya, ES8 terbaru tetap memberi margin keuntungan bagi perusahaan.
CEO menegaskan bahwa target terbaik NIO untuk tahun ini adalah meraih keuntungan, dan jika sulit dicapai, minimal meminimalkan kerugian. Presiden NIO Qin Lihong menyebut pesanan ES8 baru dalam beberapa jam pertama telah melampaui pesanan model Le Dao L90 bulan lalu.
Model ini direncanakan tersedia untuk pengiriman pada akhir September 2025, dan memasuki segmen full-scenario technology flagship SUV dengan ukuran terbesar di pasar Tiongkok.
| Fitur | Detail |
|---|---|
| Dimensi | Panjang 5.280 mm, lebar 2.010 mm, tinggi 1.800 mm, wheelbase 3.130 mm |
| Daya & Performa | Ditenagai oleh sistem AWD dual-motor dengan output hingga 520 kW (707 hp) dan torsi puncak 700 Nm |
| Kecepatan & Akselerasi | Top speed hingga 220 km/jam, akselerasi 0–100 km/jam dalam sekitar 4,5 detik |
| Baterai & Jangkauan | Baterai standar 100-kWh, dengan estimasi jarak tempuh CLTC sekitar 635 km |
| Teknologi Sensor & Fitur ADAS | Dilengkapi dengan tiga LiDAR (1 di atas atap, 2 di sisi), 4D imaging radar, sistem kontrol pintar serta fitur konektivitas dan hiburan kelas atas |
Model ini menandai lompatan signifikan dalam hal ukuran, performa, teknologi, dan efisiensi biaya dibandingkan generasi sebelumnya, sekaligus memperkuat posisi NIO di tengah persaingan ketat segmen SUV elektrik premium.
NIO mulai melakukan ekspansi internasional dengan meluncurkan ES8 generasi pertama di Norwegia pada 2021, serta mendapatkan European Whole Vehicle Type Approval (EWVTA) yang memungkinkan penjualan di Uni Eropa. Namun, hingga saat ini, NIO ES8 belum tersedia di Indonesia secara resmi. Tidak ada rencana distribusi atau peluncuran di pasar Indonesia yang diumumkan oleh NIO.
Sebagai perbandingan, beberapa merek EV asal Tiongkok seperti Xpeng sudah menargetkan Indonesia dan bahkan merencanakan produksi lokal pada paruh kedua 2025. Sementara itu, konsumen Indonesia yang tertarik dengan NIO ES8 kemungkinan masih harus menunggu lebih lama sebelum mobil ini hadir di Tanah Air.
Sumber: IT Home, CarNewsChina, CnEVPost, Wikipedia, AutoEvolution, Electrek