Mercedes-Benz resmi memperkenalkan prototipe VLE di ajang Munich Auto Show. Mobil ini menjadi model pertama yang dibangun di atas platform VAN.EA (Van Electric Architecture), sekaligus menandai langkah besar pabrikan Jerman tersebut dalam memperkuat portofolio kendaraan listrik di segmen MPV mewah.
Menurut laporan dari IT Home, VLE hadir dengan konfigurasi kursi yang fleksibel hingga 8 tempat duduk. Mobil ini diklaim mampu menghadirkan kombinasi unik antara kenyamanan sedan mewah dengan kepraktisan MPV. Artinya, pengguna bisa mendapatkan pengalaman berkendara premium sekaligus ruang lega untuk kebutuhan keluarga maupun bisnis.
Mercedes-Benz menegaskan bahwa VLE akan mulai dipasarkan pada 2026, dan diposisikan sebagai penerus V-Class. Tak hanya itu, perusahaan juga menyiapkan varian lebih premium bernama VLS yang menawarkan pengalaman lebih eksklusif.
Sebelumnya, Mercedes sempat memperkenalkan konsep Vision V yang menawarkan kemewahan kelas atas dengan layar 65 inci serta sistem audio dengan 42 speaker. Kehadiran VLE disebut-sebut sebagai realisasi dari arah pengembangan konsep tersebut, meski dengan pendekatan yang lebih praktis untuk pasar massal.

Selain debut di Jerman, Mercedes-Benz juga mengumumkan rencana produksi VLE di Fujian, China. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan mempercepat elektrifikasi segmen kendaraan penumpang dan light commercial vehicle, sekaligus memperkuat penetrasi di pasar Asia.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi apakah Mercedes-Benz VLE akan dipasarkan di Indonesia. Namun melihat tren meningkatnya minat terhadap mobil listrik di tanah air, besar kemungkinan model ini akan masuk, meski dengan penyesuaian spesifikasi sesuai regulasi lokal.
Baca juga: Geely Galaxy Starshine 6 EM-i: Baterai LFP dengan Tiga Varian Jarak Tempuh
Dengan kapasitas hingga 8 kursi, ruang lega, dan teknologi mutakhir, VLE diprediksi bisa menarik minat segmen premium yang membutuhkan kendaraan serbaguna, baik untuk keluarga besar maupun kebutuhan bisnis.