ByteDance Luncurkan Doubao Seed 2.1: Model AI dengan Deep Thinking untuk Coding dan Agent

Ahmad

No comments
ByteDance Luncurkan Doubao Seed 2.1 AI: Kemampuan Deep Thinking untuk Coding
ByteDance Luncurkan Doubao Seed 2.1: Model AI dengan Deep Thinking untuk Coding dan Agent. Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

ByteDance kembali menunjukkan taringnya di ranah kecerdasan buatan dengan meluncurkan seri model AI terbaru, Doubao Seed 2.1. Peluncuran dilakukan melalui platform cloud Volcano Engine pada 23 Juni 2025, sekaligus menandai langkah besar perusahaan dalam menghadirkan model yang dioptimalkan untuk era Coding dan Agent.

Baca Juga: Harga MediaTek Dimensity 9600 Pro Diperkirakan 216 Dolar AS

Dilansir dari ithome.com, seri Doubao Seed 2.1 hadir dalam dua varian utama: Pro dan Turbo, serta didampingi oleh model pendukung seperti Seed-Evolving dan Seed-Character. Semua model dirancang untuk menangani tugas-tugas kompleks yang membutuhkan penalaran mendalam (deep thinking), terutama dalam pengembangan kode dan eksekusi agent berbasis rantai panjang.

Doubao Seed 2.1 mengalami peningkatan di tiga area kunci. Pertama, coding engineering delivery, yang memungkinkan model menghasilkan dan mengirimkan kode produksi secara lebih andal.

Baca Juga: Ledakan Kuota Universitas Double First-Class: 100.000+ Kursi Baru Fokus Jurusan AI

Kedua, eksekusi tugas agent rantai panjang, sehingga model mampu merencanakan dan menjalankan serangkaian aksi otomatis secara koheren. Ketiga, pemahaman multimodal, yang membuat model dapat memproses teks, gambar, video, dan bahkan stiker dengan lebih akurat.

Doubao-Seed-2.1-Pro menjadi model flagship dengan kemampuan deep thinking. Model ini diidentifikasi dengan ID doubao-seed-2-1-pro-260628 dan diarahkan untuk tugas-tugas berat seperti coding kompleks, agent rantai panjang, dan engineering delivery multi-langkah.

Dengan kapasitas penalaran tinggi, model ini cocok bagi pengembang yang membutuhkan akurasi dan kemampuan memecahkan masalah tingkat lanjut.

Sementara itu, Doubao-Seed-2.1-Turbo hadir sebagai versi yang dioptimalkan untuk biaya rendah dan latensi rendah. Meski lebih ringan, performanya diklaim setara dengan versi Pro.

Model dengan ID doubao-seed-2-1-turbo-260628 ini sangat ideal untuk produksi skala besar yang membutuhkan stabilitas dan throughput tinggi, seperti aplikasi coding, agent, dan pemahaman multimodal dengan volume permintaan besar.

ByteDance juga memperkenalkan Doubao-Seed-Evolving, model deep thinking yang terus berkembang. Model ini memiliki kemampuan orchestration tugas kompleks, perencanaan jangka panjang, code generation, dan tool calling.

Menariknya, Seed-Evolving menggunakan mekanisme iterasi dinamis dengan setidaknya satu pembaruan versi per minggu. Pengguna dapat mengaksesnya melalui Model ID terpadu untuk selalu mendapatkan versi terbaru tanpa perlu repot memperbarui integrasi.

Untuk skenario hiburan, Doubao-Seed-Character hadir dengan peningkatan signifikan. Model ini telah ditingkatkan dalam plot reasoning, dialog rhythm, dan emotional progression, sehingga mampu menciptakan karakter yang lebih hidup.

Kemampuan baru yang dibawa meliputi obrolan natural ala manusia, thinking, serta pemahaman multimodal VLM untuk video, gambar, dan stiker. Model ini juga mendukung format adherence, function call (tool use), dan transparent caching untuk efisiensi.

Dari sisi harga, ByteDance menawarkan struktur biaya yang transparan. Doubao-Seed-2.1-Pro dibanderol 6 yuan per juta token untuk input, 1,2 yuan per juta token untuk cache hit, 30 yuan per juta token untuk output, dan 0,017 yuan per juta token per jam untuk penyimpanan cache.

Adapun Doubao-Seed-2.1-Turbo lebih terjangkau dengan harga 3 yuan per juta token input, 0,6 yuan per juta token cache hit, 15 yuan per juta token output, dan biaya penyimpanan cache yang sama. Harga ini memungkinkan bisnis menyesuaikan penggunaan sesuai kebutuhan, dari riset hingga produksi masif.

Dengan peluncuran ini, ByteDance semakin memperkuat posisinya di pasar AI global. Seri Doubao Seed 2.1 tidak hanya menawarkan performa tinggi, tetapi juga fleksibilitas melalui berbagai model yang dapat dipilih sesuai skenario.

Kehadiran mekanisme iterasi dinamis pada Seed-Evolving juga menjadi nilai tambah bagi pengembang yang ingin selalu mengikuti perkembangan terbaru tanpa hambatan migrasi.

Baca Juga: Apple Rilis iOS 27 Beta 2 dengan Fitur Wallet Insights dan Write with Siri

Ke depannya, kita bisa menantikan bagaimana adopsi model-model ini di berbagai industri, mulai dari pengembangan perangkat lunak, otomatisasi bisnis, hingga hiburan interaktif. Dengan kombinasi kemampuan deep thinking dan harga yang kompetitif, Doubao Seed 2.1 berpotensi menjadi pilihan utama bagi perusahaan yang ingin mengintegrasikan AI generatif ke dalam alur kerja mereka.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Ahmad

Ahmad adalah penulis teknologi sekaligus pengamat di bidang telekomunikasi dan digitalisasi yang telah aktif menulis sejak 2018. Di AndroidPonsel.com, ia dikenal sebagai kontributor utama untuk topik-topik seputar aplikasi digital, monetisasi online, serta perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment