MediaTek dikabarkan akan menaikkan harga untuk chipset flagship terbaru mereka, Dimensity 9600. Rumor ini muncul di tengah geliat pemulihan industri semikonduktor global yang diperkirakan memberi daya tawar lebih bagi para produsen SoC, termasuk MediaTek.
Baca Juga: Ledakan Kuota Universitas Double First-Class: 100.000+ Kursi Baru Fokus Jurusan AI
Dilansir dari ithome.com, laporan dari工商时报 (Commercial Times) pada 22 Juni 2026 menyebutkan bahwa MediaTek mungkin akan menaikkan harga chip Dimensity 9600. Kabar ini datang bersamaan dengan rencana kenaikan harga dari Realtek, yang akan menaikkan beberapa lini produknya sekitar 10% mulai Juli 2026. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari pemulihan struktural di industri semikonduktor.
Pasar chip memang tengah bergairah. Persiapan stok untuk model ponsel baru mendorong permintaan, sementara permintaan dari pasar negara berkembang juga mulai pulih.
Baca Juga: Apple Rilis iOS 27 Beta 2 dengan Fitur Wallet Insights dan Write with Siri
Kondisi ini disebut-sebut mendukung daya tawar harga untuk SoC seluler, chip konektivitas, dan perangkat pintar secara umum.
Untuk seri Dimensity 9600 sendiri, MediaTek diperkirakan akan merilis dua varian: standar dan Pro. Varian Pro-lah yang digadang-gadang mengalami lonjakan harga paling signifikan.
Berdasarkan laporan, Dimensity 9600 Pro diperkirakan dibanderol 216 dolar AS per unit (sekitar 1.466 yuan Tiongkok). Sebagai perbandingan, chip pendahulunya, Dimensity 9500, saat ini dijual dalam rentang 180 hingga 200 dolar AS.
Artinya, ada potensi kenaikan sekitar 8% hingga 20%.
Dari sisi spesifikasi, Dimensity 9600 standar akan memakai proses manufaktur TSMC N2 dan mendukung memori LPDDR5X. Sementara itu, Dimensity 9600 Pro lebih maju dengan proses N2P TSMC dan sudah mendukung LPDDR6.
Konfigurasi CPU Dimensity 9600 Pro juga terungkap: dua inti ARM C2-Ultra yang berlari pada kecepatan sekitar 5GHz, tiga inti ARM C2-Premium, dan tiga inti ARM C2-Pro. Kombinasi ini menjanjikan performa tinggi, tetapi juga bisa menjadi alasan di balik kenaikan harga.
Meskipun angka 216 dolar AS untuk chip sekelas flagship terbilang tinggi, MediaTek tampaknya percaya diri dengan nilai yang ditawarkan. Apalagi tren industri saat ini mulai bergeser ke arah pemulihan permintaan, yang memberi ruang bagi produsen untuk menyesuaikan harga.
Baca Juga: Google Kembangkan TPU v9 Triggerfish, Dioptimalkan untuk Inferensi AI?
Tentu saja, semua ini masih sebatas estimasi dan belum ada konfirmasi resmi dari MediaTek. Namun, jika benar, konsumen mungkin harus bersiap merogoh kocek lebih dalam untuk smartphone flagship yang ditenagai chip ini.








Leave a Comment