Jakarta, 18 Februari 2026 – PT Telkom Akses resmi menerapkan sistem digital LENSA Invoice Material secara nasional mulai Januari 2026. Sistem berbasis Robotic Process Automation (RPA) dan Optical Character Recognition (OCR) ini dirancang untuk mempercepat proses penagihan mitra material proyek dari tahap verifikasi hingga pembayaran secara end-to-end. Langkah ini menjadi bagian dari agenda transformasi digital TelkomGroup sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan berbasis teknologi.
LENSA Invoice Material, singkatan dari Intelligent Vendor Input Document & Disbursement, mentransformasi proses penagihan material proyek yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi terotomasi, paperless, dan terstandarisasi. Sebelum implementasi sistem ini, proses administrasi proyek masih mengandalkan dokumen fisik, tanda tangan basah, serta alur verifikasi berlapis dari area hingga kantor pusat. Skema tersebut kerap memicu inefisiensi sumber daya, peningkatan biaya operasional, serta keluhan mitra terkait lamanya proses pembayaran.
Melalui sistem baru ini, seluruh proses kini dialihkan ke digital automation, mulai dari penerbitan purchase order, verifikasi dokumen, hingga pembayaran mitra. Teknologi RPA digunakan untuk menjalankan proses tanpa intervensi fisik, sementara OCR berfungsi membaca dan memvalidasi dokumen secara otomatis.
Direktur Keuangan dan Management Risiko Telkom Akses, Hery Sofiaji, menegaskan bahwa pengembangan sistem ini tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga penguatan tata kelola perusahaan.
“LENSA Invoice Material kami rancang sebagai solusi strategis untuk menjawab tantangan efisiensi dan akurasi dalam proses penagihan mitra. Melalui digitalisasi berbasis RPA dan OCR, kami memastikan proses berjalan lebih cepat, transparan, dan tetap mengedepankan prinsip compliance,” ujar Hery.
Implementasi LENSA Invoice Material menghadirkan dampak terukur bagi perusahaan. Telkom Akses memperkirakan efisiensi biaya operasional melalui penghematan cetak dan distribusi dokumen mencapai ratusan juta rupiah per tahun. Selain itu, penerapan tanda tangan digital dan e-meterai mempercepat sirkulasi penandatanganan dokumen hingga 3 x 24 jam.
Percepatan tersebut turut mendorong proses pembayaran yang lebih cepat dan terprediksi, sehingga memperbaiki arus kas mitra serta meningkatkan Index Partnership Satisfaction sebagai fondasi hubungan bisnis yang berkelanjutan.
Direktur Business & Strategy Telkom Akses, Djoko Srie Handono, menilai sistem ini sebagai instrumen strategis untuk mempercepat siklus bisnis sekaligus memperkuat kemitraan.
“Dari perspektif bisnis dan strategi, LENSA Invoice Material kami dorong sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi operasional di fungsi procurement dan vendor management. Dengan proses penagihan yang terstandardisasi, terotomasi, dan transparan, kami dapat mempercepat siklus bisnis sekaligus membangun hubungan kemitraan yang lebih sehat, akuntabel, dan berkelanjutan,” ungkap Djoko.
Menurutnya, sistem ini juga memberikan kepastian proses bagi mitra material sejak tahap pengadaan hingga pembayaran, sehingga mitra dapat lebih fokus pada kualitas dan kecepatan eksekusi proyek tanpa terbebani proses administrasi yang berulang.
Sistem ini telah melalui tahap piloting sejak Januari 2025 dan evaluasi selama satu tahun. Mulai minggu kedua Januari 2026, LENSA Invoice Material resmi diterapkan secara nasional kepada 102 mitra material.
Implementasi tersebut melibatkan kolaborasi lintas fungsi strategis yang mencakup Unit IT, Procurement, Inventory, dan Finance, serta mendapat dukungan penuh dari jajaran Board of Directors dan senior leaders TelkomGroup sebagai bagian dari akselerasi transformasi digital perusahaan.
Berita lainnya: Digistar Class Intern 2026: Telkom Siapkan Talenta AI dan B2B Siap Kerja Lewat Magang Berbasis Proyek Nyata
Dengan implementasi nasional ini, Telkom Akses menegaskan komitmennya dalam membangun proses bisnis yang lebih efisien, transparan, dan berbasis teknologi, sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan dan mitra.







Leave a Comment