Produksi Mobil Kanada Anjlok 15% Akibat Tarif AS

Ahmad

No comments
Produksi Mobil Kanada Anjlok 15% Akibat Tarif AS
Produksi Mobil Kanada Anjlok 15% Akibat Tarif AS. Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Kebijakan tarif kontroversial dari pemerintahan Trump mulai menunjukkan dampak nyata pada industri otomotif Kanada. Produksi kendaraan di negeri daun mapel itu tercatat anjlok hingga 15% pada empat bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: FAW Jiefang Uji Coba Truk Listrik Natrium-ion, Tahan Suhu Ekstrem -40°C

Dilansir dari IT之家, penurunan tersebut setara dengan sekitar 64.000 unit kendaraan. Sementara itu, produksi di Amerika Serikat justru mengalami kenaikan 1,2% atau sekitar 44.000 unit dalam periode yang sama.

Data ini disampaikan oleh Taylor Harp, Kepala Ekonom Center for Automotive Research (CAR), dalam seminar manajemen tahunan di Ypsilanti, Michigan. Ironisnya, penurunan terjadi meskipun lebih dari 50% komponen mobil rakitan Kanada berasal dari AS. “Meskipun mobil buatan Kanada memiliki lebih dari 50% suku cadang dari AS, tarif efektif yang dikenakan tetap 12% hingga 13%, hampir setara dengan tarif mobil impor dari Jepang atau Korea Selatan yang sebesar 15%,” ujar Harp.

Baca Juga: Nissan Kicks Generasi Kedua Hadir dengan e-POWER Generasi Ketiga

Ketentuan pengecualian tarif dalam perjanjian USMCA ternyata tidak berlaku untuk kendaraan utuh. Flavio Volpe, Presiden Asosiasi Produsen Suku Cadang Otomotif Kanada, menjelaskan bahwa pengecualian hanya berlaku untuk komponen yang diekspor langsung. “Begitu komponen itu dirakit menjadi mobil jadi dan diekspor ke AS, mereka tidak lagi mendapat pembebasan tarif. Hasilnya, meskipun mayoritas komponen berasal dari AS, mobil Kanada tetap kena tarif tinggi,” jelasnya.

Dampak kebijakan ini mulai terasa di lapangan. General Motors menutup pabrik perakitan CAMI di Ontario setelah menghentikan produksi van listrik BrightDrop.

Toyota juga mengurangi produksi di Ontario selama beberapa minggu karena pergantian model RAV4 generasi terbaru. Akibatnya, penjualan RAV4 generasi baru di Kanada anjlok 47,9% pada kuartal pertama.

Model-model lain yang dirakit di Kanada seperti Chrysler Grand Voyager, Honda CR-V, Honda Civic, dan Chevrolet Silverado juga mengalami penurunan penjualan.

Pergeseran pangsa pasar pun tak terelakkan. Mobil buatan AS berhasil merebut tambahan pangsa pasar sebesar 5,94%. Kanada sendiri menanggung 45% dari total kehilangan pangsa pasar mitra dagang AS, dan jika digabung dengan Meksiko, keduanya menyumbang 69% kehilangan pangsa pasar global dalam setahun terakhir. Taylor Harp menilai, “Kebijakan tarif ini sebenarnya tidak banyak memengaruhi kendaraan impor dari luar kawasan, melainkan hanya mengubah tata letak penjualan dan kapasitas produksi di dalam Amerika Utara saja.”

Baca Juga: Qijing GT7 Debut, Mobil Listrik GAC-Huawei Mulai 219.900 Yuan

Dengan kondisi ini, Kanada berupaya mencari alternatif investasi, termasuk membuka peluang bagi pabrikan mobil asal China untuk mengisi kapasitas produksi yang kosong. Langkah ini diharapkan mampu memulihkan kembali industri otomotif Kanada yang tengah tertekan oleh kebijakan tetangganya sendiri.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Ahmad

Ahmad adalah penulis teknologi sekaligus pengamat di bidang telekomunikasi dan digitalisasi yang telah aktif menulis sejak 2018. Di AndroidPonsel.com, ia dikenal sebagai kontributor utama untuk topik-topik seputar aplikasi digital, monetisasi online, serta perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment