Sirui Optical menambah satu produk baru di lini penopang kamera. Kepala tripod Sirui BH-60 diumumkan pada 20 Oktober 2026 dan langsung dipasarkan di Tiongkok dengan harga 1.399 yuan. Jualan utamanya bukan sekadar angka beban angkut, melainkan cara kerja mekanisnya yang sama sekali tidak memakai oli peredam.
Dikutip dari ithome.com, Sirui menyebut BH-60 dirancang untuk dua kebutuhan sekaligus: memotret dan merekam video. Produk ini masuk kategori kepala tripod tipe bola dengan penguncian mekanis, bukan kepala fluida yang biasa dipakai videografer profesional.
Tanpa Oli, Tetap Stabil di Suhu Ekstrem
Bagian paling menarik dari Sirui BH-60 adalah sistem geraknya. Sirui memilih struktur mekanis murni dan mengandalkan gesekan antarkomponen untuk mengatur gerakan, alih-alih memakai minyak damping seperti kepala fluida konvensional.
Konsekuensinya cukup praktis. Pabrikan mengklaim kepala tripod ini tetap bekerja stabil di kondisi suhu ekstrem, karena tidak ada cairan yang bisa membeku saat dingin atau bocor ketika panas. Dua masalah itu memang jadi keluhan klasik pemilik kepala fluida: gerakan terasa berat di lokasi bersuhu rendah, lalu muncul rembesan oli setelah dipakai lama di bawah terik matahari.

Untuk pengguna di Indonesia, poin ini relevan buat pemakaian luar ruang. Sesi foto atau video di pantai, area vulkanik, atau liputan siang hari yang panjang membuat kepala tripod bekerja di rentang suhu yang lebar dalam satu hari. Sistem yang tidak bergantung pada viskositas oli memang lebih jarang berubah karakter di tengah pengambilan gambar.
Dua Mode dalam Satu Kepala
BH-60 membawa dua mode operasi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Di mode foto, kepala tripod bisa berputar horizontal penuh 360 derajat, cocok untuk panorama atau membidik objek dari berbagai sudut tanpa memindahkan kaki tripod.
Saat beralih ke mode video, sumbu kemiringan samping dikunci. Gerakan yang tersisa hanya dua: horizontal dan naik-turun. Pembatasan ini justru yang dibutuhkan untuk merekam dengan gerakan mulus, karena poros yang tidak terkunci hampir selalu membuat hasil rekaman miring tanpa disengaja.

Pendekatan ini menghilangkan kebutuhan membawa dua kepala tripod terpisah. Kreator yang sehari memotret produk lalu sorenya merekam video pendek cukup memutar pengunci, tanpa membongkar perangkat di atas tripod.
Beban 20 Kg Statis, 5 Kg Dinamis
Soal kapasitas, Sirui mencantumkan dua angka berbeda. Saat terkunci statis, BH-60 sanggup menahan beban sampai 20 kilogram. Sementara untuk gerakan dinamis dengan keseimbangan terjaga, batas amannya 5 kilogram.
Angka itu disebut cukup untuk kombinasi kamera plus lensa tele panjang, termasuk kebutuhan pengambilan gambar bergerak seperti mengikuti objek di atas slider. Bobot kepala tripodnya sendiri 950 gram, tergolong ringan untuk kelas yang mengklaim daya angkut sebesar itu.

Perlu dicatat, 20 kilogram itu batas saat kepala tripod dikunci, bukan saat dipakai mengikuti gerakan. Untuk pemakaian normal dengan kamera mirrorless dan lensa tele, ruang aman 5 kilogram sudah lebih dari cukup. Yang perlu diwaspadai justru kombinasinya: bodi besar plus lensa tele berat bisa mendekati batas itu, dan kualitas gerakan biasanya mulai terasa berbeda ketika mendekati kapasitas maksimum.

Pelat Arca dan Satu Keterbatasan
BH-60 memakai pelat pelepas cepat standar Arca, format yang sudah umum sehingga pengguna tidak perlu membeli pelat khusus. Ada pula pengaman ganda untuk mencegah kamera terlepas saat pengunci tidak sempurna.
Keterbatasannya ada di gagang kendali. Gagang tersebut menyatu dengan bodi dan hanya bisa dipasang di sisi kanan, tidak bisa dipindah ke kiri. Bagi pengguna kidal atau yang biasa mengatur tripod dengan tangan kiri, ini perlu dipertimbangkan sebelum membeli.
Sampai di sini, BH-60 tampil sebagai kepala tripod yang menawarkan sesuatu berbeda: bukan kepala fluida dengan gerakan sehalus produk kelas atas, melainkan solusi mekanis yang tahan kondisi lapangan dan tidak rewel soal perawatan. Untuk pasar Indonesia, harga jual dan ketersediaannya belum diumumkan, jadi perbandingan harga masih harus menunggu. Yang jelas, bagi kreator yang sering bekerja di luar ruang dan lelah mengurus oli peredam, pendekatan mekanis seperti ini layak masuk daftar pertimbangan.
Baca Juga: Oppo dan Vivo Dikabarkan Kembangkan Gimbal Kamera 200MP









Leave a Comment