Telkom Kunci Arah Bisnis TelkomGroup hingga 2030

Ahmad

No comments
Portfolio Forum TelkomGroup di Telkom Landmark Tower Jakarta - sumber dari telkom.co.id
Portfolio Forum TelkomGroup di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Sumber: telkom.co.id.

Jakarta, 20 Oktober 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelaraskan arah pengembangan portofolio bisnis seluruh operating company (OpCo) di ekosistem TelkomGroup hingga 2030 melalui Portfolio Forum yang digelar di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Forum itu mempertemukan manajemen Telkom dengan jajaran direksi OpCo untuk menyelaraskan strategi di tingkat grup sekaligus menegaskan peran Telkom sebagai strategic holding.

Penyelarasan portofolio menjadi langkah strategis di tengah meningkatnya kebutuhan layanan digital, mulai dari konektivitas dan data center hingga solusi digital bagi korporasi dan pemerintah. Dengan pembagian peran yang jelas dan saling melengkapi, setiap entitas TelkomGroup diharapkan bisa menghadirkan layanan secara lebih optimal dan terpadu, sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan bisnis grup.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menegaskan bahwa posisi strategic holding mengubah cara grup bergerak. Telkom tidak lagi hanya mengurus anak usaha satu per satu, tetapi mengorkestrasi kekuatan seluruh grup agar berjalan dalam satu arah.

“Sebagai strategic holding, peran Telkom bukan sekadar mengelola anak usaha, melainkan mengorkestrasi kekuatan seluruh grup agar bergerak dalam satu arah. Dengan strategi dan peta jalan portofolio yang searah dan sejalan, setiap entitas TelkomGroup dapat saling menguatkan dan memberikan kontribusi optimal bagi pelanggan, pemegang saham, dan Indonesia,” kata Seno dalam sambutannya.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji memberi sambutan di Portfolio Forum - sumber dari telkom.co.id
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji memberikan sambutan dalam agenda penyelarasan portofolio TelkomGroup. Sumber: telkom.co.id.

Dalam forum tersebut, Telkom membahas Group Portfolio Strategic Orchestration (GPSO) 2026–2030 sebagai kerangka strategi bersama bagi seluruh entitas TelkomGroup. Kerangka ini bertumpu pada tiga pilar utama:

  • Tata kelola portofolio — memperjelas kewenangan dan mekanisme pengambilan keputusan agar cepat sekaligus akuntabel.
  • Orkestrasi lintas entitas — memastikan setiap anak usaha punya peran yang saling melengkapi dalam menghadirkan solusi terpadu.
  • Disiplin prioritas investasi — mengarahkan alokasi modal ke inisiatif yang memberi dampak terbesar bagi pertumbuhan jangka panjang.

Menurut Seno, tata kelola yang kuat dan disiplin investasi adalah fondasi bagi Telkom untuk terus berperan dalam pembangunan ekosistem digital nasional. “Kejelasan peran dan kolaborasi lintas entitas membuat TelkomGroup semakin siap menjawab kebutuhan transformasi digital Indonesia dan memperkuat kedaulatan digital bangsa,” ujarnya.

Sejalan dengan arah strategis itu, TelkomGroup akan mengarahkan investasi secara selektif pada area yang menjadi fondasi pertumbuhan bisnis digital ke depan. Prioritasnya mencakup penguatan konektivitas melalui infrastruktur fiber optik domestik dan internasional, pengembangan kapasitas data center untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan komputasi berbasis AI, serta modernisasi jaringan guna meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan.

Investasi tersebut diharapkan meningkatkan daya saing portofolio dan membuka peluang pertumbuhan pada layanan B2C maupun B2B, dengan tetap mengedepankan disiplin alokasi modal serta penciptaan nilai jangka panjang. Arah ini nyambung dengan sejumlah langkah grup yang sudah berjalan, seperti spin-off InfraCo ke InfraNexia dan pengembangan data center berkapasitas besar bersama Danantara.

Rangkaian agenda Portfolio Forum TelkomGroup di Telkom Landmark Tower Jakarta - sumber dari telkom.co.id
Rangkaian agenda Portfolio Forum TelkomGroup yang mempertemukan manajemen Telkom dan jajaran direksi operating company. Sumber: telkom.co.id.

Portfolio Forum turut menghadirkan perwakilan dari sebelas entitas TelkomGroup, yaitu PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), PT Telkom Akses, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TelkomInfra), PT Digital Aplikasi Solusi (Digiserve), PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra), dan PT Infomedia Nusantara (Infomedia).

Rangkaian kegiatannya meliputi sesi berbagi wawasan dari praktisi pengelolaan strategic holding, pemaparan strategi dan peta jalan portofolio, serta diskusi panel mengenai arah pengembangan bisnis dan kolaborasi lintas entitas TelkomGroup.

VP Integrated Portfolio Management Telkom Ervia Tissyaraksita Devi menyebut forum ini sebagai ruang dialog dua arah antara Telkom sebagai holding dan para operating company. Masukan dari tiap entitas dinilai penting agar strategi portofolio yang sudah disepakati bisa dijalankan konsisten dan memberi nilai nyata, baik bagi pelanggan maupun bagi TelkomGroup secara keseluruhan.

Bagi TelkomGroup, penyelarasan ini menjadi pijakan untuk mengoptimalkan investasi dan menciptakan nilai jangka panjang di tengah persaingan layanan digital yang makin ketat. Sementara dari sisi pasar, arah bisnis hingga 2030 itu melengkapi sejumlah agenda korporasi yang tengah berjalan, termasuk percepatan buyback saham TLKM dan dorongan pemanfaatan AI lewat Telkom Solution.

Baca Juga:

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Ahmad

Ahmad adalah penulis teknologi sekaligus pengamat di bidang telekomunikasi dan digitalisasi yang telah aktif menulis sejak 2018. Di AndroidPonsel.com, ia dikenal sebagai kontributor utama untuk topik-topik seputar aplikasi digital, monetisasi online, serta perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment