Telkom Indonesia terus mempertegas perannya sebagai penggerak utama ekosistem kecerdasan buatan nasional. Melalui inisiatif Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), perusahaan pelat merah ini mendorong pengembangan dan implementasi Artificial Intelligence (AI) secara end-to-end, mulai dari pembentukan talenta di kampus hingga penerapan solusi AI di sektor industri dan layanan publik.
Langkah tersebut ditegaskan dalam kunjungan Direktur Utama Telkom Dian Siswarini bersama Komisaris Independen Ira Noviarti dan Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan ke AI Connect Malang. Kunjungan ini menjadi penanda komitmen Telkom bahwa pengembangan AI tidak hanya berhenti pada riset atau konsep, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian digital.
AI CoE, Strategi End-to-End Pengembangan AI Nasional
Telkom AI CoE dirancang sebagai fondasi pengembangan ekosistem AI yang berkelanjutan. Hingga saat ini, AI CoE telah hadir di sembilan kota di Indonesia, dengan Malang menjadi salah satu hub strategis yang berfokus pada kolaborasi lintas sektor.
Melalui pendekatan hulu ke hilir, Telkom memadukan pengembangan talenta, riset terapan, validasi use case, hingga adopsi solusi AI di dunia industri. Pada tahap hulu, fokus diarahkan pada pembentukan kompetensi talenta digital, penguatan riset terapan, serta peningkatan literasi AI di lingkungan akademik. Sementara pada tahap hilir, hasil inovasi AI didorong agar dapat diimplementasikan secara nyata di berbagai sektor.
“Melalui AI CoE, Telkom memastikan AI tidak berhenti pada konsep atau eksperimen, tetapi benar-benar diimplementasikan untuk menjawab tantangan riil di berbagai sektor. Inilah peran Telkom sebagai enabler ekosistem digital yang menjembatani talenta, teknologi, dan kebutuhan industri,” ujar Dian Siswarini.
Empat Pilar AI CoE: Dari Talenta hingga Penciptaan Nilai
Pendekatan end-to-end Telkom dalam pengembangan AI diwujudkan melalui empat pilar utama AI CoE. Pilar pertama adalah AI Campus yang menjadi ruang pengembangan talenta dan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, serta praktisi industri. Pilar ini berfokus pada pembentukan kompetensi dan mindset talenta digital yang adaptif.
Pilar kedua adalah AI Playground, yang berperan sebagai sandbox untuk riset terapan dan eksplorasi model AI. Di tahap ini, berbagai ide dan teknologi diuji agar relevan dengan kebutuhan industri. Selanjutnya, AI Connect menjadi penghubung antara kampus, komunitas, startup, dan industri untuk menciptakan inovasi berbasis AI yang siap diadopsi.
Pilar terakhir adalah AI Hub, yang berfungsi sebagai titik penciptaan nilai melalui proof-of-concept dan implementasi solusi AI dalam skala lebih luas. Model ini memungkinkan inovasi AI berkembang secara berkelanjutan dan tidak terputus antara riset dan kebutuhan pasar.
Baca juuga: Telkom AI Center of Excellence Usung 4 Pilar Strategis untuk Percepat Adopsi AI di Indonesia
AI Connect Malang, Ruang Kolaborasi dan Validasi Inovasi
Sebagai salah satu hub utama AI CoE, AI Connect Malang memainkan peran penting dalam mengintegrasikan pengembangan talenta, riset terapan, hingga implementasi solusi digital berbasis AI. Di lokasi ini, Telkom mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem kolaboratif.
AI Innovation Showcase yang digelar di AI Connect Malang menampilkan beragam solusi berbasis AI dari startup, institusi pendidikan, dan mitra industri. Inovasi yang dihadirkan mencakup teknologi AI untuk game dan konten kreatif, solusi enterprise dan loyalty platform, teknologi pendidikan dan pertanian, hingga virtual assistant serta platform pembelajaran berbasis Generative AI.
Sejumlah inovator lokal turut ambil bagian, mulai dari developer game, startup software house enterprise, startup edukasi AI, lembaga pendidikan vokasi, hingga penyedia solusi Generative AI untuk segmen korporasi. Showcase ini menjadi bukti nyata peran AI CoE Malang sebagai ruang validasi use case sekaligus jembatan antara inovasi lokal dan kebutuhan industri.
Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan menegaskan bahwa pengembangan talenta AI merupakan elemen kunci dalam strategi jangka panjang Telkom. Menurutnya, transformasi digital dan AI hanya akan berkelanjutan jika didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan kolaboratif.
“Transformasi digital dan AI hanya akan berkelanjutan jika ditopang oleh talenta yang adaptif dan inovatif. Melalui Telkom AI CoE, kami tidak hanya membangun keahlian teknis, tetapi juga mindset kolaboratif agar talenta mampu menciptakan solusi yang berdampak bagi bisnis dan masyarakat,” ujar Willy.
Hingga Desember 2025, Telkom melalui program AI Connect telah membina lebih dari 19 ribu talenta digital, dengan sekitar 15 ribu di antaranya merupakan talenta AI. Program ini mencakup berbagai inisiatif, seperti AI Talent Certification, AI Introductory Class, AI Clinic for Business, hingga AI Innovation Sprint.
Kolaborasi Pentahelix Perkuat Ekosistem Digital Daerah
Pengembangan AI CoE juga mengusung pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, industri, komunitas, dan media. Model kolaborasi ini dinilai mampu memperkuat kemitraan strategis sekaligus membangun ekosistem digital regional yang berdaya saing.
Melalui AI CoE, Telkom berharap ekosistem AI tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga tumbuh di berbagai daerah dengan potensi talenta dan inovasi lokal. Malang menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat mendorong percepatan adopsi AI secara inklusif.
Di luar pengembangan teknologi dan talenta digital, TelkomGroup juga menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan dampak sosial bagi masyarakat. Di Malang, Telkom menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir kepada BPBD serta memberikan dukungan alat produksi bagi UMKM binaan Rumah BUMN Telkom.
Inisiatif ini menegaskan bahwa strategi pengembangan AI dan transformasi digital Telkom berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial perusahaan. Sebagai BUMN telekomunikasi digital, Telkom tidak hanya berfokus pada inovasi dan pertumbuhan bisnis, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi digital nasional.
Dengan pendekatan end-to-end melalui AI CoE, Telkom menempatkan AI sebagai enabler utama transformasi digital yang berkelanjutan, inklusif, dan berdampak nyata bagi Indonesia.







Leave a Comment