Telkom Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) baru saja mengumumkan inisiatif anyar untuk mendorong transformasi digital di wilayah 3T. Program bertajuk Rural Youth AI Facilitator ini secara khusus menyasar Papua Barat Daya, sebuah daerah yang selama ini masih tertinggal dalam hal literasi digital.
Baca Juga: Telkom Akses Resmikan Lab Fiber Optik untuk SMK 3T lewat CSR Fiber Academy
Dengan memberdayakan talenta muda, Telkom berharap bisa menciptakan agen-agen digital yang siap mendampingi pelaku UMKM memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini penting karena berdasarkan data Pemerintah Kota Sorong tahun 2023, terdapat lebih dari 6.823 UMKM di Papua Barat Daya yang menjadi penggerak ekonomi daerah.
Sayangnya, dari sekitar 6.000 pelaku UMKM di Kabupaten Sorong pada tahun 2025, baru sekitar 150 yang telah mendapatkan pelatihan digitalisasi. Angka ini menunjukkan masih banyak pelaku usaha yang belum tersentuh transformasi digital.
Baca Juga: Telkomsel Enterprise Luncurkan Telkomsel AdTech Solution di Ultah ke-5 TADEX
Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom, mengatakan, “Pemberdayaan talenta muda merupakan bagian dari komitmen Telkom untuk memperluas manfaat transformasi digital hingga ke wilayah 3T. Melalui Rural Youth AI Facilitator, kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi AI guna meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai tambah bagi usahanya.”
Program ini menyelenggarakan pelatihan AI bagi 70 mahasiswa dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong dan Universitas Papua (UNIPA) Waisai. Pelatihan menggunakan pendekatan Train the Trainer, di mana para mahasiswa dibekali kemampuan untuk mengajar dan mendampingi pelaku UMKM secara langsung.
Setelah pelatihan, para agen digital ini akan memberikan pendampingan one-on-one kepada pelaku UMKM dalam pengembangan aset digital, strategi pemasaran, dan pemanfaatan AI. Mereka akan berkolaborasi dengan kelompok usaha Mama-Mama Papua, komunitas pemuda desa, serta pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Baca Juga: Telkom Cetak 10.664 Inovator Muda lewat Innovillage di 22 Provinsi
Dengan adanya program ini, Telkom tidak hanya memperluas akses digital, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Harapannya, semakin banyak UMKM di wilayah 3T yang mampu naik kelas berkat teknologi AI.









Leave a Comment