Pendidik dan siswa di 100 sekolah dasar wilayah 3T mendapatkan dorongan penguatan literasi dan pembelajaran terapan melalui program BISA PandAI Numerasi TelkomGroup, yang kick-off resminya digelar secara hybrid terpusat di Plasa Telkom Rangkasbitung, Banten. Program ini diinisiasi oleh TelkomGroup untuk memperkuat kompetensi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran numerasi dan STEM di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar.
Penyelenggaraan inisiatif ini menjangkau sekolah dasar yang berada di Kabupaten Lebak, Kabupaten Lombok Utara, dan Kota Tual. Menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) TelkomGroup di bawah payung Bersama Jadi BISA, langkah ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas.
Fokus program menitikberatkan pada pendampingan jangka panjang untuk memicu perubahan nyata dalam metode ajar guru serta pemahaman murid di kelas. Rangkaian kegiatan dirancang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, diawali dengan pelatihan Training of Trainers (ToT) bagi pendidik selama 17 hari, dilanjutkan masa penerapan langsung di kelas selama dua bulan, dan diakhiri lewat STEM Challenge Day pada minggu ke-12. Untuk menunjang praktik pembelajaran tersebut, TelkomGroup turut menyediakan STEM lab kit bagi sekolah peserta.

Penguatan literasi numerasi dasar ini berjalan beriringan dengan tren peningkatan kompetensi siswa secara nasional. Merujuk pada data Rapor Pendidikan Indonesia 2025, proporsi siswa tingkat SD/MI yang mencapai standar kompetensi minimum numerasi meningkat dari 39,04% pada 2022 menjadi 52,48% pada 2024.
Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menyampaikan, “Sebagai perusahaan digital, Telkom Indonesia berkomitmen menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui BISA PandAI Numerasi, kami tidak hanya mendukung penyediaan perangkat pembelajaran, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan mendorong pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Kami meyakini penguatan numerasi sejak dini merupakan fondasi penting bagi anak-anak Indonesia untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengembangkan potensi mereka dalam menghadapi masa depan digital,”

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D., mengatakan, “Saya mengapresiasi Program BISA PandAI yang memadukan pelatihan numerasi dan STEM dengan pendampingan serta praktik langsung di kelas. Kami berharap keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah guru yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari perubahan praktik pembelajaran dan perkembangan kemampuan murid. Semoga inisiatif ini menjadi praktik baik yang dapat diterapkan di lebih banyak sekolah,”
Melalui penerapan metode ajar aplikatif dan sarana penunjang yang diberikan, inisiatif BISA PandAI Numerasi TelkomGroup diarahkan untuk menumbuhkan cara berpikir kritis siswa dasar serta mentransformasi kualitas pembelajaran sains dan matematika secara langsung di ruang-ruang kelas 3T.
Baca juga:









Leave a Comment