DJI Osmo Pocket 4P Hadir dengan Kamera Telephoto 3x, Video Travel Kini Lebih Cinematic

Ahmad

No comments
DJI Osmo Pocket 4P
Image Courtesy of dji.com

DJI tampaknya sedang menyiapkan perubahan besar untuk lini kamera pocket andalannya. Jika sebelumnya seri Osmo Pocket identik sebagai kamera vlog mungil dengan lensa wide-angle, kini generasi terbarunya hadir dengan kemampuan yang jauh lebih fleksibel. DJI telah mengonfirmasi bahwa DJI Osmo Pocket 4P akan meluncur secara global dengan fitur unggulan berupa kamera telephoto 3x.

Langkah ini menjadi salah satu upgrade paling signifikan dalam sejarah seri Osmo Pocket. Dengan tambahan lensa telephoto, kamera gimbal mini ini tidak lagi hanya cocok untuk vlogging, tetapi juga semakin ideal untuk pembuatan video travel, portrait, wawancara, hingga street cinematography.

Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh Gizmochina, setelah DJI merilis sejumlah teaser resmi di media sosial China dan menampilkan halaman produk di beberapa negara seperti Kanada dan Meksiko.

Selama ini, salah satu keterbatasan utama seri Osmo Pocket adalah penggunaan satu lensa wide-angle. Meski sangat praktis untuk vlog, pengguna kerap harus mengandalkan digital zoom atau melakukan crop untuk mendapatkan komposisi yang lebih rapat.

Masalah itulah yang tampaknya ingin diselesaikan DJI melalui Osmo Pocket 4P.

Model terbaru ini tetap mempertahankan sensor utama berukuran 1 inci yang sebelumnya diperkenalkan pada Osmo Pocket 4 standar. Namun, DJI menambahkan kamera kedua berupa lensa telephoto 3x dengan focal length setara 70mm.

Berdasarkan video hands-on awal dari China, sensor telephoto tersebut disebut-sebut berukuran sekitar 1/1.5 inci, ukuran yang tergolong besar untuk kamera sekunder di perangkat sekecil ini.

Kombinasi tersebut memungkinkan pengguna mengambil gambar portrait dengan background blur alami, video cinematic dengan framing lebih rapat, hingga detail objek dari jarak jauh tanpa kehilangan kualitas secara signifikan.

DJI juga dikabarkan menghadirkan kemampuan zoom hingga 6x lossless dan maksimal 12x zoom. Jika klaim ini terbukti akurat, Osmo Pocket 4P akan menjadi salah satu kamera pocket paling fleksibel di kelasnya.

Bagi kreator konten, peningkatan ini sangat penting. Video travel misalnya, akan terlihat lebih dramatis dengan kompresi perspektif khas lensa telephoto. Sementara untuk wawancara, subjek dapat direkam dengan tampilan yang lebih profesional tanpa harus berdiri terlalu dekat.

DJI sendiri menggunakan slogan “See More, Tell More” untuk mempromosikan perangkat ini. Tagline tersebut menggambarkan fokus utama Osmo Pocket 4P, yaitu memberikan lebih banyak opsi kreatif bagi pengguna dalam bercerita melalui video.

Di luar kehadiran kamera telephoto, Osmo Pocket 4P tampaknya tetap mempertahankan seluruh fitur unggulan dari Osmo Pocket 4 standar.

Perangkat ini diperkirakan masih mendukung perekaman video 4K hingga 240fps, fitur ActiveTrack yang telah ditingkatkan, layar putar yang lebih terang, serta sistem gimbal mekanis 3-axis yang menjadi ciri khas utama seri Pocket.

Baca juga: DJI Osmo Action 6 Street Photography Kit: Action Cam Berubah Jadi Kamera Urban Serius

Keunggulan gimbal mekanis ini tetap menjadi alasan utama banyak kreator memilih Osmo Pocket dibandingkan kamera smartphone. Hasil video terlihat jauh lebih stabil dan natural, terutama saat berjalan atau merekam sambil bergerak.

Dalam penggunaan nyata, kombinasi gimbal mekanis dan lensa telephoto dapat menghasilkan footage yang biasanya hanya bisa didapat dari kamera profesional dengan stabilizer eksternal.

DJI tampaknya juga semakin serius menyasar pasar content creator profesional yang membutuhkan perangkat ringkas namun tetap powerful.

Dengan ukuran yang masih dapat dimasukkan ke saku, Osmo Pocket 4P berpotensi menjadi pilihan menarik bagi YouTuber, travel blogger, jurnalis mobile, hingga kreator TikTok yang ingin meningkatkan kualitas produksi video mereka.

Peluncuran awal diperkirakan akan dimulai di China sebelum diperluas ke pasar global. Halaman resmi produk sudah muncul di beberapa negara, menandakan bahwa peluncuran internasional tinggal menunggu waktu.

Namun, ketersediaan di Amerika Serikat masih belum jelas. Menurut laporan, perangkat ini kemungkinan menghadapi kendala regulasi terkait sertifikasi FCC, sehingga belum tercantum di situs resmi DJI untuk wilayah AS.

Meski begitu, pasar global seperti Kanada, Meksiko, Asia, dan Eropa diperkirakan akan menjadi target utama peluncuran awal.

Untuk pasar Indonesia, DJI Osmo Pocket 4P memiliki peluang besar untuk hadir secara resmi. Produk-produk DJI sebelumnya seperti Osmo Pocket, Osmo Action, dan berbagai drone juga telah tersedia melalui distributor resmi di Tanah Air.

Jika benar masuk Indonesia, kamera ini berpotensi menarik perhatian kreator konten yang membutuhkan perangkat praktis dengan kualitas setara kamera profesional.

Dari semua bocoran yang beredar, tambahan kamera telephoto 3x jelas menjadi alasan utama mengapa DJI Osmo Pocket 4P sangat layak ditunggu.

Inovasi ini mengubah seri Pocket dari sekadar kamera vlog menjadi perangkat produksi video yang jauh lebih serbaguna.

Bagi kreator yang sering membuat konten perjalanan, portrait, atau video cinematic, Osmo Pocket 4P menawarkan kombinasi unik antara portabilitas, stabilisasi profesional, dan fleksibilitas lensa yang sebelumnya belum pernah ada di lini ini.

Baca juga: DJI Neo 2: Drone Mini Buat Selfie & Vlog yang Bisa Terbang dari Telapak Tangan

Jika DJI mampu mempertahankan harga yang kompetitif, Osmo Pocket 4P berpotensi menjadi salah satu kamera pocket terbaik tahun 2026.

Menurut Gizmochina, DJI Osmo Pocket 4P memang dirancang untuk memberikan lebih banyak kebebasan kreatif bagi pengguna melalui sistem kamera baru yang lebih fleksibel dan kemampuan zoom yang jauh lebih mumpuni.

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Ahmad

Ahmad adalah penulis teknologi sekaligus pengamat di bidang telekomunikasi dan digitalisasi yang telah aktif menulis sejak 2018. Di AndroidPonsel.com, ia dikenal sebagai kontributor utama untuk topik-topik seputar aplikasi digital, monetisasi online, serta perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment