Google Play Permudah Developer Jual Item Sekali Beli: Kini Bisa Disewa dan Pre-Order!

Ahmad

No comments
Google Play Sewa Item
Gambar ilustrasi Google Play Sewa Item dibaut menggunakan AI

Google Play merombak sistem produk sekali beli (one-time products) agar lebih fleksibel. Developer kini bisa menjual item digital dengan opsi beli, sewa, dan pre-order secara lebih mudah melalui struktur baru berbasis tiga level.

Transformasi Besar dalam Monetisasi Item Digital

Google Play terus memperluas cara monetisasi aplikasi Android. Kini, produk digital sekali beli tidak lagi terbatas pada pembelian langsung. Developer dapat menawarkan item yang sama melalui skema baru, seperti penyewaan jangka pendek, penawaran pre-order dengan diskon, hingga penyesuaian harga berdasarkan wilayah.

Dalam pengumuman resminya di blog Android Developers, Laura Nechita (Product Manager) dan Rejane França (Group Product Manager) menyampaikan:

“Kami memisahkan antara apa itu produk dengan bagaimana cara menjualnya. Untuk setiap produk, kamu sekarang bisa mengatur beberapa opsi pembelian dan penawaran.”

Struktur baru ini disusun dalam tiga level utama:

  1. Produk Sekali Beli: Objek inti seperti “Diamond Sword”, “No Ads”, atau “Coins”.
  2. Opsi Pembelian: Menentukan bagaimana produk diberikan ke pengguna, seperti beli atau sewa, lengkap dengan harga dan wilayah distribusi.
  3. Penawaran (Offers): Modifikasi dari opsi pembelian, mencakup diskon, pre-order, dan promosi.

Dengan sistem PBL 8.0, developer bisa:

  • Menjual item dalam berbagai model: beli atau sewa.
  • Menentukan durasi sewa dan masa kedaluwarsa akses.
  • Menyediakan pre-order dengan harga spesial dan jadwal rilis.
  • Mengatur harga berbeda untuk tiap wilayah tanpa default price.

Struktur ini diklaim akan menyederhanakan pengelolaan katalog dan meningkatkan efisiensi analisis performa produk di Play Store.

Baca juga: Android Studio Tambah Mode Agent di Gemini, Developer Bisa Delegasikan Tugas ke AI

Langkah-Langkah Implementasi

Untuk memanfaatkan fitur-fitur baru ini, developer harus:

  • Melakukan upgrade ke PBL 8.0.
  • Menggunakan Play Developer API terbaru (monetization.onetimeproducts) atau antarmuka terbaru di Play Console.
  • Beralih dari querySkuDetailsAsync ke queryProductDetailsAsync, karena API lama tidak kompatibel.

Jika masih menggunakan layanan inappproducts, developer harus mengonversi produk lama di Play Console agar bisa menikmati fitur baru.

Google juga menjelaskan:

“Produk dengan model baru akan mulai muncul dalam laporan pendapatan, dengan kolom ID rencana dasar dan ID penawaran.”

Fitur pre-order kini tersedia melalui Early Access Program (EAP) dan memerlukan pendaftaran untuk bisa digunakan.

Ikuti Kami untuk Update Terbaru!

📢 Follow di WhatsApp

Ahmad

Ahmad adalah penulis teknologi sekaligus pengamat di bidang telekomunikasi dan digitalisasi yang telah aktif menulis sejak 2018. Di AndroidPonsel.com, ia dikenal sebagai kontributor utama untuk topik-topik seputar aplikasi digital, monetisasi online, serta perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment