Berita mengejutkan datang dari raksasa otomotif Jepang, Toyota. Perusahaan tersebut secara resmi mengonfirmasi penghentian pengembangan model produksi massal untuk sedan listrik premium Lexus LF-ZC.
Baca Juga: Geely Panda Warrior Meluncur, Siap Ramaikan Pasar Mobil Listrik Mungil
Keputusan ini menandai penyesuaian strategi yang signifikan di tengah lanskap pasar kendaraan listrik yang terus berubah.
Dilansir dari ithome.com, pihak Toyota menyatakan bahwa informasi mengenai penghentian pengembangan Lexus LF-ZC adalah benar. “Mengingat perubahan permintaan pasar, ini adalah bagian dari penyesuaian proyek pengembangan kendaraan perusahaan secara keseluruhan,” ujar perwakilan Toyota. Mereka juga menegaskan bahwa penyesuaian ini tidak berarti Toyota meninggalkan pengembangan kendaraan listrik murni (BEV), melainkan hanya mengatur ulang beberapa perencanaan model.
Baca Juga: Tesla FSD (Supervised) Resmi Disetujui di Estonia, Siap Meluncur
Lexus LF-ZC sendiri pertama kali diperkenalkan sebagai prototipe pada Oktober 2023, menarik perhatian dengan ambisi jangkauan yang tinggi. Saat itu, sebagian besar mobil listrik memiliki jangkauan sekitar 500 kilometer dengan sekali pengisian daya.
LF-ZC menargetkan jangkauan dua kali lipat dari angka tersebut, sebuah klaim yang cukup ambisius. Awalnya, peluncuran model ini direncanakan pada tahun 2026, namun kemudian ditunda hingga pertengahan 2027 sebelum akhirnya pengembangan massalnya dihentikan.
Sebagai sebuah konsep, LF-ZC dirancang dengan panjang 4750mm, lebar 1880mm, tinggi 1390mm, dan jarak sumbu roda 2890mm. Salah satu inovasi yang direncanakan adalah penggunaan teknologi Gigacasting modular, sebuah metode produksi yang memungkinkan pencetakan bodi kendaraan dalam satu bagian besar.
Teknologi ini berpotensi mengurangi biaya dan waktu perakitan, namun detail teknis ini kini menjadi bagian dari proyek yang ditangguhkan.
Keputusan ini juga perlu dilihat dalam konteks performa Toyota di pasar kendaraan listrik. Meskipun penjualan global Toyota (termasuk Daihatsu, Hino, dan Lexus) mencapai 11,3 juta unit pada tahun 2025, dengan pertumbuhan 4,6%, kontribusi kendaraan listrik murni masih sangat kecil.
Penjualan BEV Toyota pada tahun yang sama tercatat kurang dari 200.000 unit secara global, dan hanya 4.227 unit di pasar Jepang. Angka ini menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik Toyota masih jauh tertinggal dibandingkan model konvensional mereka dan pasar utama lainnya.
Baca Juga: Blade Battery BYD Atto 1: Apa Itu dan Kenapa Lebih Aman dari Baterai EV Lain?
Dengan penghentian pengembangan Lexus LF-ZC, Toyota menunjukkan fleksibilitas dalam menghadapi dinamika pasar EV yang cepat berubah. Meskipun demikian, penegasan bahwa mereka tidak akan meninggalkan BEV mengindikasikan bahwa strategi kendaraan listrik mereka akan terus berevolusi, mungkin dengan fokus pada model atau segmen lain yang dianggap lebih sesuai dengan permintaan pasar di masa mendatang.








Leave a Comment