Apa Itu Bootloader? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

bootloader

Bootloader merupakan salah satu jenis istilah yang sering disebut-sebut dalam dunia hacking maupun rooting perangkat Android.

Pada dasarnya, pengertian dari bootloader itu sendiri masih berkaitan dengan proses booting yang terjadi pada perangkat Android. Untuk lebih jelasnya, di sini kami akan membagikan informasi lengkapnya!

Pengertian Bootloader

Bootloader dapat diartikan sebagai kode yang harus dieksekusi sebelum sistem operasi akan dijalankan. Bootloader akan menggunakan konsep yang bersifat universal dan berlaku untuk semua jenis sistem operasi yang tertanam di beberapa jenis perangkat seperti smartphone, laptop, komputer, dan lain sebagainya.

Dengan adanya bootloader seperti ini, kernel sistem operasi dapat lebih terarah untuk melakukan booting secara normal.

Selain itu, mengingat sistem operasi Android bersifat open source, hal ini membuatnya memiliki versi spesifikasi bootloader khusus yang disesuaikan dengan hardware di dalamnya.

Proses Booting pada 2 Jenis Bootleader yang Berbeda

Ketika membahas tentang proses boot pada perangkat Android, maka kita juga harus membahas tentang apa itu bootloader.

Bootloader merupakan mode untuk melakukan restore firmware ke kondisi awal. Bootloader utama dan bootloader sekunder akan memiliki proses booting yang berbeda satu sama lain. Untuk itu, pahami setiap tahapan yang ada di bawah ini:

1. Bootloader Utama

Primary Bootloader (PBL) yang ada pada boot ROM dapat dibilang sebagai tahapan awal dari proses booting yang terjadi pada perangkat Android.

Nantinya, kode ini akan ditulis oleh produsen chipset yang ada di dalam perangkat. Kemudian, PBL akan melakukan verifikasi keaslian pada tahapan berikutnya.

Tahapan ini akan berlaku pada perangkat Android merek Samsung yang menggunakan fitur Samsung Secure Boot Key (SSBK).

Sementara untuk perangkat Android yang menggunakan chipset dari Qualcomm, perangkat ini harus masuk terlebih dahulu ke menu “Download Mode”.

2. Bootloader Sekunder

Biasanya, bootloader sekunder akan digunakan ketika ruang di ROM boot berjumlah cukup terbatas. Selain itu, proses booting pada bootloader sekunder juga dapat menginisialisasi TrustZone yang ada pada perangkat.

Contohnya pada perangkat dengan chipset Qualcomm MSM8960, bootloader sekunder 1 akan memuat bootloader sekunder 2. Kemudian, bootloader sekunder 2 akan memuat TrustZone dan bootloader sekunder 3.

Bagaimana Jika Status Bootloader Terkunci?

bootloader

Tidak sedikit dari beberapa pengguna Android yang sering mengalami situasi seperti ini, yaitu status bootloader yang terkunci dan tidak bisa diakses dengan mudah. Untuk bisa membuka kembali status bootloader tersebut, lakukan tahapan-tahapan yang ada di bawah ini:

  • Buka menu “Fastboot” dan tekan tombol “Power” serta “Volume Down” secara bersamaan.
  • Kemudian, pastikan perangkat smartphone tersebut sudah terhubung dengan perangkat komputer yang akan digunakan.
  • Klik area kosong yang ada dalam layar, lalu klik tombol “Shift + klik kanan” secara bersamaan.
  • Jika sudah, pilih opsi “Open a Command Prompt” untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.
  • Di halaman selanjutnya, masukkan kata kunci “adb devices” dan prompt akan menampilkan nomor seri ponsel.
  • Setelah itu, buka menu “Tentang Ponsel” dan klik opsi “Build Number” sebanyak 7 kali.
  • Nantinya, akan muncul tulisan “Developer Options” dan silakan untuk menekannya.
  • Kemudian, untuk membuka kunci tersebut aktifkan fitur “OEM Unlocking” dan “USB Debugging”.

Itulah informasi lengkap mengenai apa yang dimaksud dengan bootloader. Bootloader memiliki fungsi yang sangat penting bagi perangkat Android, sehingga Anda perlu memahaminya dengan baik dan jelas. Jika status bootloader Anda terkunci, Anda bisa langsung melakukan cara yang ada di artikel ini.

Info tech paling update! Ikuti kami di WhatsApp Channel & Google News, Jadilah bagian komunitas kami!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan Update Terbaru Langsung! OK No thanks