Volkswagen (VW) semakin serius dalam menghadirkan mobil listrik murah untuk pasar global, khususnya Eropa. Produsen asal Jerman ini mengumumkan peningkatan besar pada teknologi inti kendaraan listrik (EV) generasi barunya, termasuk motor listrik hasil riset internal dan baterai yang lebih tahan lama serta hemat biaya.
Menurut laporan InsideEVs (12/9), VW akan memperkenalkan sistem penggerak listrik baru bernama APP290. Motor ini menggunakan teknologi permanent magnet synchronous motor (PMSM) yang dikembangkan sendiri oleh VW dengan output daya maksimal 160 kW dan torsi 290 Nm. VW juga untuk pertama kalinya membuat inverter berbasis silikon karbida (SiC) yang mampu mengurangi energi hilang sekaligus meningkatkan efisiensi.
Selain itu, VW mengumumkan adopsi konsep “Unified Cell” sebagai standar baterai baru. Teknologi ini akan menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang lebih murah dan tahan lama, serta opsi NMC (Nickel Manganese Cobalt) berkapasitas lebih tinggi. Menurut Electrive, varian LFP 38 kWh menawarkan jarak tempuh sekitar 300 km, sedangkan NMC 56 kWh mampu mencapai 450 km. Keduanya mendukung fast charging 10%-80% hanya dalam 25 menit.
Dari sisi suplai, VW menggandeng berbagai perusahaan besar seperti Samsung SDI, SK On, CATL, LG Energy, Guoxuan (Gotion High-Tech), serta anak usaha internal VW yaitu PowerCo. Semua baterai akan menggunakan desain cell-to-pack untuk mengurangi bobot dan ukuran, serta didukung sistem pendingin di bagian atas.
Pengembangan teknologi ini akan diaplikasikan pada lini EV murah seperti ID. Polo dan ID. Cross yang direncanakan rilis dengan harga di bawah USD 29.000 (sekitar Rp470 juta). Menurut Volkswagen Group, strategi ini ditujukan agar VW mampu bersaing langsung dengan produsen mobil listrik asal China yang semakin agresif di pasar Eropa.
Dengan langkah ini, Volkswagen menegaskan ambisinya untuk tetap menjadi pemain utama di industri EV global dengan menawarkan kombinasi harga terjangkau, efisiensi tinggi, dan produksi lokal di Eropa.