Direktur Human Capital Management PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Willy Saelan menerima penghargaan SDG Pioneer Award dalam ajang Reuters Events Global Sustainability Awards 2026 di London, Inggris. Penghargaan bertaraf internasional ini diberikan atas komitmen korporasi dalam mendorong agenda pembangunan berkelanjutan.
Pengakuan dalam SDG Pioneer Award Telkom diraih melalui inisiatif keberlanjutan bertajuk Pioneering Indonesia’s Path to Net Zero through Green & Blue Carbon Action. Program tersebut berhasil mencatatkan prestasi pada kategori strategi dan kepemimpinan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Telkom untuk terus memperkuat inisiatif keberlanjutan yang memberikan dampak yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Kami meyakini bahwa transformasi bisnis perlu berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial, sehingga kontribusi Telkom tidak hanya tercermin dalam kinerja perusahaan, tetapi juga dalam upaya mendukung pencapaian target net zero emission dan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan.

Aksi Green Carbon dan Blue Carbon
Inisiatif yang dijalankan Telkom berfokus pada aksi lingkungan berbasis karbon hijau dan biru untuk menekan dampak emisi. Pendekatan ini dirancang untuk menyelaraskan arah bisnis perusahaan dengan target penurunan emisi di tingkat nasional maupun global.
Secara teknis, karbon hijau berkaitan dengan upaya penyerapan serta penyimpanan emisi oleh ekosistem vegetasi daratan, sementara karbon biru menitikberatkan pada kapasitas penyerapan emisi oleh ekosistem perairan dan pesisir. Kombinasi kedua instrumen ekologis ini berfungsi memperluas cakupan mitigasi dampak lingkungan melalui pemanfaatan bentang alam secara terpadu.

SDGs Dashboard dan SDM Bersertifikat
Guna memastikan pemantauan program berjalan optimal, Telkom mengembangkan sistem internal berupa in-house SDGs Dashboard. Kehadiran dashboard teknologi mandiri ini berfungsi memantau progres dan implementasi target keberlanjutan korporasi secara terperinci.
Baca Juga: Telkom Paparkan Solusi Smart City di London Tech Week 2022
Pemanfaatan platform pemantauan digital mandiri tersebut memberikan visibilitas terhadap pengumpulan data indikator keberlanjutan secara terpusat. Hal ini mempermudah pelacakan berkala terhadap efektivitas program lingkungan sehingga evaluasi kinerja dapat dilakukan dengan tingkat transparansi yang terukur.
Penguatan tata kelola tersebut didukung oleh peningkatan kompetensi sumber daya manusia di tubuh perseroan. Telkom saat ini memiliki dua karyawan yang telah tersertifikasi sebagai SDGs Certified Leader dari Kementerian PPN/Bappenas.
Kualifikasi profesional tersebut berperan penting dalam merumuskan kerangka kerja keberlanjutan agar selaras dengan panduan perencanaan pembangunan nasional. Karyawan bersertifikasi bertugas menjembatani target strategis korporasi dengan standar teknis implementasi di lapangan.
Baca Juga: Telkom Raih 2 Penghargaan Golden World Award IPRA 2019
Finalis Social Impact Award dan Komitmen UNGC
Selain fokus pada isu lingkungan hidup, Telkom menjalankan agenda kemasyarakatan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Seluruh kegiatan TJSL perseroan diintegrasikan secara terpadu di bawah payung program Bersama Jadi BISA.
Pada ajang Reuters Events Global Sustainability Awards 2026, Telkom juga tercatat sebagai finalis dalam kategori Social Impact Award. Posisi finalis tersebut diraih melalui program Water Provision and Sanitation: from Access to Lasting Shared Value, Powered by Collaborative Innovation yang berfokus pada penyediaan air bersih dan sanitasi.
Fasilitas sanitasi dan air bersih merupakan kebutuhan primer yang berdampak langsung terhadap ketahanan kesehatan lingkungan masyarakat luas. Pendekatan kolaboratif dalam inisiatif ini dirancang agar manfaat infrastruktur dasar yang disediakan dapat terpelihara dan memberikan nilai guna berkesinambungan bagi warga penerima manfaat.
Pencapaian SDG Pioneer Award Telkom semakin diperkuat dengan keterlibatan aktif perseroan dalam kancah dunia. Telkom resmi tercatat sebagai anggota aktif United Nations Global Compact (UNGC) di bawah naungan PBB sejak 16 Juli 2026.
Sebagai anggota UNGC, Telkom mengadopsi Sepuluh prinsip universal keberlanjutan dalam aktivitas operasionalnya. Kerangka kerja internasional ini mencakup pilar mendasar terkait hak asasi manusia, standar ketenagakerjaan, pengelolaan lingkungan hidup, serta komitmen anti-korupsi di lingkungan kerja.
Penerapan pilar tersebut menjadi panduan operasional agar seluruh lini bisnis senantiasa mematuhi standar etika serta kepatuhan global. Langkah komprehensif ini tercatat pada agenda Rabu (21/10) dan pembaruan 26 Oktober 2026, menegaskan posisi perseroan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.









Leave a Comment