TelkomGroup dan Danantara Bangun Data Center 1 GW untuk Sovereign AI Indonesia

Ahmad

No comments

Indonesia tengah membangun fondasi baru dalam persaingan teknologi global. Kali ini, fokusnya bukan sekadar koneksi internet atau layanan digital biasa, melainkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang berdaulat dan mandiri.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), baru saja mengambil langkah signifikan bersama Danantara Indonesia dalam workshop strategis bertajuk National AI Data Center & Electrification Strategic Workshop. Kegiatan ini mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai BUMN, regulator, dan pelaku industri di Wisma Danantara, Jakarta.

Workshop National AI Data Center Danantara dihadiri perwakilan Komdigi, Telkom, NeutraDC, dan PLN - sumber dari telkom.co.id
Sumber: telkom.co.id.

Ambisi NeutraDC: Data Center AI hingga 1 Gigawatt

NeutraDC, entitas di bawah payung Telkom yang fokus pada pengelolaan data center, mengumumkan rencana pengembangan fasilitas AI berkapasitas hingga 1 gigawatt (GW). Rencana ini bukan sekadar wacana — NeutraDC sudah memetakan empat wilayah utama untuk ekspansi: Batam, Jabodetabek, Jawa, dan Manado.

Selain itu, NeutraDC juga mengoperasikan 26 edge data center yang tersebar di 21 kota di seluruh Indonesia. Jaringan edge ini menjadi kunci untuk mendistribusikan kapabilitas komputasi AI secara merata, bukan hanya terpusat di Jawa.

Direktur NeutraDC, Rakhmad Tunggal Afifuddin, memaparkan strategi tiga wilayah (3-region strategy) sebagai acuan dalam menyelaraskan proyeksi kebutuhan BUMN terhadap kapasitas data center yang tersedia.

Validasi Kebutuhan AI dari 70+ BUMN

Workshop ini bukan sekadar diskusi teoritis. Hari pertama difokuskan pada pemetaan prioritas use case AI di lingkungan BUMN sekaligus penyusunan proyeksi kebutuhan komputasi dalam skenario Low-Base-High.

Hasilnya cukup menarik. Dari lebih dari 70 responden BUMN lintas sektor — mulai dari jasa keuangan, energi, telekomunikasi, transportasi, kesehatan, hingga manufaktur — tergambar kebutuhan data center yang signifikan. Kontribusi terbesar datang dari sektor perbankan, diikuti sektor mobilitas dan kesejahteraan.

Dari sisi geografis, permintaan terkonsentrasi di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali), kemudian Batam dan Indonesia Timur. Tren ini diproyeksikan terus meningkat hingga 2030 seiring meluasnya pemanfaatan AI di lingkungan BUMN.

Dari AI Bantuan Menuju AI Agentic

Salah satu proyeksi menarik dari workshop ini terkait evolusi pemanfaatan AI di lingkungan BUMN. Pada periode 2026–2029, AI masih banyak dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam aktivitas sehari-hari — semacam asisten digital yang membantu pekerjaan rutin.

Namun memasuki 2030, pemanfaatan AI diperkirakan berkembang menuju AI agentic dan operasional yang terintegrasi. Artinya, AI tidak hanya sekadar membantu, tapi mulai mengambil peran lebih aktif dalam proses bisnis. Konsumsi daya komputasi dari AI agentic ini diprediksi mencapai sekitar 70% dari total kapasitas data center.

Perubahan pola ini menuntut kesiapan infrastruktur yang jauh lebih besar dari yang ada saat ini. Dan inilah yang coba dijawab oleh kolaborasi TelkomGroup, NeutraDC, Danantara, dan PLN.

PLN Siap Pasok Listrik Skala Gigawatt

Data center berkapasitas besar tentu membutuhkan pasokan listrik yang tak kalah besar. Di sinilah peran PT PLN (Persero) yang menyatakan kesiapannya sebagai mitra strategis.

PLN berkomitmen menyediakan reliable power dan green energy, termasuk mempersiapkan pasokan listrik berskala gigawatt untuk mendukung pertumbuhan data center sekaligus agenda dekarbonisasi nasional. Kolaborasi antara infrastruktur digital dan energi ini menjadi kunci keberhasilan ekosistem AI berdaulat.

Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, hadir langsung dalam workshop ini bersama perwakilan BUMN lainnya untuk memastikan keselarasan antara proyeksi kebutuhan data center dengan kesiapan pasokan energi.

Sovereign AI: Kenapa Ini Penting untuk Indonesia?

Istilah sovereign AI merujuk pada kemampuan sebuah negara untuk mengembangkan, mengelola, dan menjalankan infrastruktur AI di dalam negeri tanpa bergantung pada pihak asing. Ini mencakup tiga pilar utama: sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menegaskan bahwa Data Center Telkom menjadi fondasi bagi Indonesia dalam membangun ekosistem Sovereign AI yang berdaulat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menggarisbawahi pentingnya koordinasi lintas kementerian dan regulasi yang mendukung pembangunan ekosistem AI berdaulat.

Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia, Ricardo Irwan Rei, juga menekankan bahwa proyeksi kebutuhan AI nasional harus selaras dengan kesiapan infrastruktur digital dan energi agar investasi BUMN memberikan nilai strategis yang terukur.

Langkah Selanjutnya: Validasi Investasi dan Bankabilitas

Hasil validasi hari pertama workshop ini menjadi baseline untuk agenda hari kedua yang berfokus pada pemetaan peluang investasi Phase-1 serta penjajakan bankabilitas bersama investor dan lembaga pembiayaan.

Rangkaian workshop ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak main-main dalam membangun infrastruktur AI. Kolaborasi lintas BUMN — TelkomGroup sebagai penyedia infrastruktur digital, NeutraDC sebagai operator data center, Danantara sebagai pengelola investasi strategis, dan PLN sebagai penyedia energi — membentuk ekosistem yang solid untuk mewujudkan visi AI berdaulat.

Tantangan ke depan tentu masih besar, mulai dari realisasi investasi hingga eksekusi pembangunan. Tapi dengan fondasi yang sudah dirancang melalui workshop ini, Indonesia setidaknya punya peta jalan yang jelas untuk bersaing di era kecerdasan buatan global.

Baca Juga:

Jadikan AndroidPonsel situs favoritmu di Google

AndroidPonsel.com di Google
📢 Follow di WhatsApp

Ahmad

Ahmad adalah penulis teknologi sekaligus pengamat di bidang telekomunikasi dan digitalisasi yang telah aktif menulis sejak 2018. Di AndroidPonsel.com, ia dikenal sebagai kontributor utama untuk topik-topik seputar aplikasi digital, monetisasi online, serta perkembangan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment