Pada 4 November 2026, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui platform PIJAR mendukung pelaksanaan kegiatan try out TKA 2026 atau Try Out Tes Kemampuan Akademik untuk jenjang SMA/SMK sederajat di Provinsi Banten. Kegiatan ujian persiapan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten ini melibatkan lebih dari 84.000 peserta dari lebih dari 570 sekolah di wilayah tersebut.
Dukungan Telkom dalam agenda tersebut difokuskan pada penyediaan sistem asesmen berbasis Computer Based Test (CBT). Sistem CBT PIJAR dilengkapi dengan kapabilitas pemantauan langsung secara real-time serta instrumen proteksi anti-cheating guna mengawal kelancaran proses evaluasi akademik para siswa.
“Digitalisasi pendidikan bukan hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu sekolah menjalankan proses pembelajaran dan asesmen secara lebih efektif, aman, dan terukur,” ujar Direktur IT Digital Telkom Kharim I. G. Siregar.
Baca Juga: Lewat PIJAR, Telkom Libatkan 91 Ribu Siswa dalam Try Out Digital Berbasis Data

Secara fungsional, fitur anti-cheating pada platform PIJAR bekerja dengan mengisolasi perangkat peserta ketika sistem mendeteksi adanya aktivitas membuka aplikasi lain saat ujian berlangsung. Mekanisme isolasi ini membatasi navigasi layar siswa secara otomatis, sehingga pengawas dapat mengetahui aktivitas peserta yang terindikasi beralih ke jendela aplikasi lain.
Penerapan sistem pengawasan digital tersebut dimanfaatkan dalam rangkaian try out TKA 2026 oleh satuan pendidikan di lapangan, salah satunya SMA Muhammadiyah 2 Tangerang. Pihak sekolah memberlakukan ketentuan tata tertib pengawasan dengan memberikan hak pembukaan isolasi perangkat maksimal satu kali bagi siswa yang terdeteksi melanggar sistem.
“Kalau anak mencoba membuka aplikasi lain saat ujian, PIJAR akan otomatis mengisolasi perangkat siswa. Kami juga bisa melihat siswa mana saja yang terindikasi membuka aplikasi lain, dan sekolah memiliki kontrol untuk membuka isolasinya. Namun, sekolah sudah menetapkan aturan bahwa kesempatan membuka isolasi maksimal satu kali,” jelas Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana sekaligus Bendahara Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Tangerang Mumtahina.
Baca Juga: Lebih dari 718 Ribu Siswa Manfaatkan PIJAR, Telkom Perluas Pendidikan Digital ke 33 Provinsi
“Di sekolah sehari-hari kita juga sudah menggunakan aplikasi PIJAR. Alhamdulillah, selama digunakan juga lancar, jadi kita tidak ada keraguan lagi saat try out dijalankan menggunakan PIJAR,” kata Mumtahina menambahkan terkait keandalan sistem.
“Kami sebelumnya pernah menggunakan beberapa aplikasi, dan menurut saya PIJAR sudah melengkapi beberapa hal yang belum tersedia di aplikasi-aplikasi sebelumnya,” tutur Guru Informatika SMA Muhammadiyah 2 Tangerang Muhammad Imam Darmawan.
Pelaksanaan try out TKA 2026 yang menjangkau puluhan ribu peserta di Banten ini menandai pemanfaatan teknologi ujian digital terpusat berskala besar. Sistem monitoring terintegrasi dan proteksi perangkat membantu sekolah menyelenggarakan evaluasi akademik secara objektif dan terstandar.

Baca Juga: Telkom Kawal 85 Ribu Lebih Jadwal Ujian Digital di 31 Provinsi
Secara teknis, penerapan mekanisme isolasi sistem pada Computer Based Test (CBT) berfungsi mengunci antarmuka kerja dan membatasi fungsionalitas navigasi multi-jendela pada sistem operasi perangkat peserta. Pendekatan restriksi tampilan ini bertujuan meminimalkan celah bagi siswa untuk membuka peramban web maupun aplikasi pertukaran pesan secara simultan saat lembar soal aktif.
Pemberian kendali pembukaan akses kembali kepada pihak sekolah juga membantu tenaga pendidik mengelola penegakan tata tertib secara fleksibel di ruang ujian, memisahkan antara kesalahan operasional yang tidak disengaja dan pelanggaran regulasi asesmen.
Sementara itu, integrasi pemantauan langsung memberikan efisiensi operasional bagi pengawas dalam memverifikasi status keaktifan peserta tanpa harus mengamati layar perangkat secara manual satu per satu. Mekanisme pengawasan terpusat ini menjaga keseragaman standar pelaksanaan tes di seluruh satuan pendidikan yang berpartisipasi, sehingga proses evaluasi tetap adil bagi setiap siswa.
Skema pengujian digital terintegrasi seperti ini mengurangi beban administrasi fisik sekolah sekaligus memastikan data kepatuhan ujian tercatat secara sistematis selama sesi berlangsung.








Leave a Comment