Call Center BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

  • Whatsapp

Layaknya seperti layanan asuransi kesehatan (askes) lainnya, BPJS juga memiliki berbagai layanan salah satunya layanan Call Center BPJS yang hadir untuk memudahkan para penggunanya. Tentunya dengan adanya call center BPJS, kita tidak perlu cemas ketika terdapat kendala pada BPJS. Sekedar informasi, BPJS mengubah nomor contact call center yang semula 1500 400 menjadi nomor yang terbaru yang akan kami jelaskan di bawah. Simak hingga tuntas artikel ini agar mendapat jawaban yang lengkap!  

Menghubungi Call Center BPJS Kesehatan Via Telepon

Call Center BPJS

Layanan call center BPJS pertama yang dapat sobat hubungi yaitu call center via Telepon. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa BPJS mengubah nomor lamanya menjadi yang terbaru.

Read More

Adapun Nomor Call Center BPJS yang terbaru yaitu 165, dan021-4212938 (Hunting).

Hal ini dikonfirmasi melalui beberapa media salah satunya republika.co, “BPJS Kesehatan telah mengubah nomor pusat panggilan dari 1500 400 menjadi 165, ini dapat meningkatkan layanan dan memudahkan layanan kepada peserta untuk mendapatkan informasi dan melakukan pengaduan, khususnya di Jambi,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi Sri Widyastuti di Jambi, Senin (20/9).

Pada laman resmi BPJS Kesehatan juga demikian, mereka sudah mengganti nomor call center BPJS menjadi 165. Pastikan sobat tidak salah menghubungi ya! Sobat bisa tanyakan atau adukan keluhan apapun seputar layanan kepada customer services.

Nomor ini berlaku untuk semua peserta BPJS yang ada di Indonesia termasuk Jakarta, Yogyakarta, Medan, Lampung, dan sebagainya. 

Apakah layanan call Center BPJS ini bebas pulsa? Kami melihat di laman resmi BPJS bahwa mereka tidak memberikan keterangan bebas pulsa. Maka dari itu, sebaiknya sobat siapkan saldo pulsa dahulu yang cukup. Hal ini untuk menghindari terputusnya percakapan penting.

Silahkan sobat coba ya!

Call Center BPJS Kesehatan Via Media Sosial

Call Center BPJS

Selain sobat bisa menghubungi Call Center BPJS Kesehatan melalui Telepon, sobat juga bisa mengikuti dan menghubungi BPJS kesehatan melalui sosial media mereka lho!

Sosial media BPJS cukup informatif terkait update layanan terbaru, dan informasi penting terkait layanan. Silahkan sobat follow sosial media BPJS masing-masing:

Sosial Media Facebook BPJS Kesehatan

Sosial Media Instagram BPJS Kesehatan

Sosial Media Twitter BPJS Kesehatan   

Nah, jika sobat sudah follow dan melihat informasi pada setiap postingannya, namun masih merasa kebingungan, sobat bisa langsung mengirim pesan secara pribadi melalui DM (direct message). Saat menghubungi, sobat harus menuliskan nama lengkap, nomor BPJS, nomor Telepon yang aktif, dan ceritakan masalah yang terjadi secara detail.

Hal ini bertujuan agar Customer Services BPJS kesehatan dapat dengan cepat mengatasi dan memberi solusi untuk sobat. Jika tidak kunjung di respon oleh admin, sobat bisa hubungi Call Center BPJS Kesehatan via Telepon ya!

Call Center BPJS Ketenagakerjaan Telepon

Call Center BPJS

Jika sebelumnya adalah nomor contact call center BPJS kesehatan, kali ini kami akan menjelaskan juga terkait call center BPJS Ketenagakerjaan. Adapun nomor call center BPJS ketenagakerjaan yang dapat sobat hubungi yaitu di nomor Nomor Call Center BPJS 175.

Layanan Masyarakat BPJS Ketenagakerjaan dapat melayani sobat mulai pukul 06:00 hingga pukul 22:00 WIB. Silahkah sobat hubungi di jam operasional tersebut.

Apakah Call Center BPJS Ketenagakerjaan ini bebas pulsa atau gratis? Sama seperti layanan Call Center BPJS Kesehatan, pada laman BPJS Ketenagakerjaan tidak menampilkan informasi bahwa call center ini bebas pulsa/free. Ini berlaku untuk provder apapun termasuk XL,Tri, Telkomsel, dan sebagainya.

Dengan begitu, sebaiknya sobat isi pulsa terlebih dahulu ya!

Silahkan hubungi Call Centre atau layanan service BPJS TK jika dibutuhkan ya! 

Menghubungi Call Center BPJS Ketenagakerjaan Lewat Email

Call Center BPJS

Selain sobat dapat menghubungi call center BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) via Telephone, sobat juga bisa menghubunginya melalui Email. Tentu saja layanan ini bebas pulsa, dan sobat bisa menghubunginya kapanpun.

Berikut langkah-langkah untuk menghubungi Call Center BPJS Ketenagakerjaan lewat email:

  • Pertama, sobat bisa buka Email di HP atau PC
  • Kemudian silahkan tulis alamat tujuan care@bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Lalu tulis subjek masalah
  • Di isi pesan, sobat bisa isi nama lengkap, nomor HP yang aktif, serta ceritakan masalah secara detail dan jelas
  • Kemudian sobat bisa juga lampirkan bukti pendukung seperti foto atau dokumen (opsiona)
  • Terakhir tinggal kirim
  • Selesai

Itulah cara menghubungi call center BPJS Ketenagakerjaan via Email. Sangat mudah bukan? Namun cara ini tidak kami rekomendasikan jika sobat sedang terburu-buru atau dalam keadaan darurat. Jika ingin cepat, sobat bisa menghubungi Call Center BPJS via Telepon.

Call Center BPJS Ketenagakerjaan Lewat Media Sosial

Call Center BPJS

Selain Call Center BPJS Ketenagakerjaan via No Telepon dan email, sobat bisa mengikuti sosial media BPJS Ketenagakerjaan. Jika sebelumnya kami menjelaskan sosial media BPJS Kesehatan, kali ini BPJS Ketenagakerjaan Jamsostek juga memiliki sosial media khusus.

Berikut daftar media sosial BPJS Ketenagakerjaan:

Sosial Media Facebook BPJS Ketenagakerjaan

Sosial Media Instagram BPJS Ketenagakerjaan

Sosial Media Twitter BPJS Ketenagakerjaan

Tentunya setelah sobat sudah mengikuti / follow akun media sosial tersebut, tapi sobat tetap tidak menemukan solusi, sobat bisa langsung mengirim pesan secara pribadi melalui DM (direct message). Pastikan ketika sobat menghubungi,  tulis nama secara lengkap, nomor BPJS, nomor Telepon yang aktif, dan ceritakan masalah yang terjadi secara detail, atau juga bisa tambahkan foto pendukung (opsional).

Mengapa harus seperti itu? Pasalnya hal ini bertujuan agar Customer Services BPJS Ketenagakerjaan bisa mengatasi dan memberi solusi untuk sobat secara tanggap. Namun apabila sobat tidak juga di respon oleh admin, langsung saja hubungi Call Center BPJS Ketenagakerjaan via Telepon yang sudah kami jelaskan sebelumnya.

Info terbaru BPJS Ketenagakerjaan memiliki layanan WhatsApp (WA) untuk masing-masing daerah lho!! Sobat bisa cek nomornya melalui Twitter, Facebook, maupun Instagram di atas.

Informasi Tambahan Tentang BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan

Informasi Tambahan Tentang BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan

Selain Call Center BPJS Kesehatan dan Call Centre BPJS Ketenagakerjaan, di sini kami juga akan memberikan tambahan informasi Tentang BPJS Kesehatan dan Ketenagakerajaan yang kami kutip langsung dari laman resmi BPJS. Berikut ulasannya!.

Baca juga:

Kriteria Pengajuan Klaim Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan

  1. Mencapai Usia 56 Tahun
  2. Mengalami Cacat Total Tetap
  3. Berhenti Bekerja (Mengundurkan Diri atau PHK)

Dalam hal Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK), didefinisikan sebagai berikut:

  1. Berhenti bekerja Melalui Penetapan Pengaduan Hubungan Industri
  2. Berhenti bekerja Karena Pemutusan Kerja Bipartit atau Kontrak Kerja
  3. Berhenti bekerja Karena Permasalahan Hukum atau Tindak Pidana
  1. Kepesertaan minimal 10 tahun untuk klaim sebagian (10% atau 30%)
  2. Meninggalkan wilayah NKRI Untuk Selamanya (baik WNI atau WNA)

Kriteria Pengajuan Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

 Klaim JKM dapat dilakukan oleh ahli waris peserta yang meninggal dunia dengan mendatangi kantor cabang terdekat dengan membawa persyaratan atau dokumen yang di butuhkan

Kriteria Pengajuan Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan

Pengajuan Klaim JKK dapat diajukan melalui :

  1. Kantor Cabang
  2. RS/Klinik Kerjasama Kecelakaan Kerja

Kriteria Pengajuan Klaim Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Peserta yang memenuhi ketentuan dapat mengajukan klaim melalui Layanan Klaim Di Kantor Cabang BPJAMSOSTEK dengan kondisi penerima manfaat, diantaranya:

  1. Mencapai Usia Pensiun; dan
  2. Mengalami Cacat Total Tetap

Pengajuan dapat dilakukan dengan mengunggah dokumen ke dalam portal layanan klaim berbasis website atau elektronik.

Untuk Informasi Selengkapnya, sobat bisa simak di laman resminya di sini > www.bpjsketenagakerjaan.go.id/cara-klaim.html

Manfaat BPJS Kesehatan

Berikut kami infokan Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan yang kami ulas langsung dari laman resmi BPJS Kesehatan, meliputi :

1. Pelayanan kesehatan tingkat pertama

Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama adalah pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat non spesialistik (primer) meliputi pelayanan rawat jalan dan rawat inap yang diberikan oleh:

  • Puskesmas atau yang setara
  • Praktik Mandiri Dokter
  • Praktik Mandiri Dokter Gigi
  • Klinik pertama atau yang setara termasuk fasilitas kesehatan tingkat pertama milik TNI/Polri
  • Rumah Sakit Kelas D Pratama atau yang setara
  • Faskes Penunjang: Apotik dan Laboratorium

2. Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP)

a. Manfaat yang ditanggung

1)  Pelayanan promosi kesehatan dan pencegahan (promotif preventif):

  • Penyuluhan kesehatan perorangan;
  • Imunisasi rutin
  • Keluarga Berencana meliputi konseling dan pelayanan kontrasepsi, termasuk vasektomi dan tubektomi bekerja sama dengan BKKBN
  • Skrining riwayat kesehatan dan pelayanan penapisan atau skrining kesehatan tertentu, yang diberikan untuk mendeteksi risiko penyakit dengan metode tertentu atau untuk mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan risiko penyakit tertentu
  • Peningkatan kesehatan bagi peserta penderita penyakit kronis

2)  pelayanan kuratif dan rehabilitatif (pengobatan) mencakup:

  • Adminitrasi pelayanan;
  • Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis;
  • Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif;
  • Pelayanan obat, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai;
  • Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama

3)  Pemeriksaan, pengobatan dan tindakan pelayanan kesehatan gigi tingkat pertama.

b.    Prosedur pelayanan

1)  Peserta datang ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar dan mengikuti prosedur  pelayanan kesehatan, menunjukkan kartu identitas peserta JKN-KIS/KIS Digital dengan status aktif dan/atau identitas lain yang diperlukan (KTP, SIM, KK).

2)  Peserta memperoleh pelayanan kesehatan pada FKTP tempat peserta terdaftar. 

3)  Apabila peserta melakukan kunjungan ke luar domisili karena tujuan tertentu yang bukan merupakan kegiatan yang rutin, atau dalam keadaan kedaruratan medis, peserta dapat mengakses pelayanan RJTP pada FKTP lain yang di luar wilayah FKTP terdaftar, paling banyak 3 (tiga) kali kunjungan dalam  waktu maksimal 1 (satu) bulan di FKTP yang sama.

4)  Setelah mendapatkan pelayanan, peserta menandatangani bukti pelayanan pada lembar bukti pelayanan yang disediakan oleh masing-masing FKTP.

5)  Atas indikasi medis apabila peserta memerlukan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan, peserta akan dirujuk Ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, sesuai dengan sistem rujukan berjenjang secara online.

3. Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP)

Manfaat yang ditanggung

  1. Pendaftaran dan administrasi;
  2. Akomodasi rawat inap;
  3. Pemeriksaan, pengobatan dan  konsultasi medis;
  4. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif;
  5. Pelayanan kebidanan, ibu, bayi dan balita meliputi:
    • Persalinan pervaginam bukan risiko tinggi;
    • Persalinan dengan komplikasi dan/atau penyulit pervaginam bagi Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatus Esssensial Dasar);
  6. Pertolongan neonatal dengan komplikasi;
  7. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai; dan
  8. Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama.

4. Pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan

Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan adalah upaya pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat spesialistik atau sub spesialistik yang meliputi rawat jalan tingkat lanjutan, rawat inap tingkat lanjutan, dan rawat inap di ruang perawatan khusus, yang diberikan oleh:

  • Klinik utama atau yang setara.
  • Rumah Sakit Umum baik milik Pemerintah maupun Swasta
  • Rumah Sakit Khusus
  • Faskes Penunjang: Apotik, Optik dan Laboratorium.

5. Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL)

Manfaat yang ditanggung

  1. Administrasi pelayanan;
  2. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis dasar yang dilakukan di unit gawat darurat;
  3. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi spesialistik;
  4. Tindakan medis spesialistik, baik bedah maupun non bedah sesuai dengan indikasi medis;
  5. Pelayanan obat, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai;
  6. Pelayanan penunjang diagnostik lanjutan (laboratorium, radiologi dan penunjang diagnostik lainnya) sesuai dengan indikasi medis;
  7. Rehabilitasi medis; dan
  8. Pelayanan darah.
  9. Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL)

a.   Manfaat yang ditanggung

  1. Perawatan inap non intensif; dan
  2. Perawatan inap intensif (ICU, ICCU, NICU, PICU).

Iuran BPJS Kesehatan

Berikut kami infokan Iuran BPJS Kesehatan yang kami ulas langsung dari laman resmi BPJS Kesehatan, antara lain:

  1. Bagi peserta Penerima Bantun Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan iuran dibayar oleh Pemerintah.
  2. Iuran bagi Peserta Pekerja Penerima Upah yang bekerja pada Lembaga Pemerintahan terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, dan pegawai pemerintah non pegawai negeri sebesar 5% (lima persen) dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan : 4% (empat persen) dibayar oleh pemberi kerja dan 1% (satu persen) dibayar oleh peserta.
  3. Iuran bagi Peserta Pekerja Penerima Upah yang bekerja di BUMN, BUMD dan Swasta sebesar 5% ( lima persen) dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan : 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja dan 1% (satu persen) dibayar oleh Peserta.
  4. Iuran untuk keluarga tambahan Pekerja Penerima Upah yang terdiri dari anak ke 4 dan seterusnya, ayah, ibu dan mertua, besaran iuran sebesar sebesar 1% (satu persen) dari dari gaji atau upah per orang per bulan, dibayar oleh pekerja penerima upah.
  5. Iuran bagi kerabat lain dari pekerja penerima upah (seperti saudara kandung/ipar, asisten rumah tangga, dll); peserta pekerja bukan penerima upah serta iuran peserta bukan pekerja adalah sebesar:
  6. Sebesar Rp. 42.000, – (empat puluh dua ribu rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III.
    • Khusus untuk kelas III, bulan Juli – Desember 2020, peserta membayar iuran sebesar Rp. 25.500, -. Sisanya sebesar Rp 16.500,- akan dibayar oleh pemerintah sebagai bantuan iuran.
    • Per 1 Januari 2021, iuran peserta kelas III yaitu sebesar Rp 35.000,-, sementara pemerintah tetap memberikan bantuan iuran sebesar Rp 7.000,-.
    • Sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II.
    • Sebesar Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.
  7. Iuran Jaminan Kesehatan bagi Veteran, Perintis Kemerdekaan, dan janda, duda, atau anak yatim piatu dari Veteran atau Perintis Kemerdekaan, iurannya ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari 45% (empat puluh lima persen) gaji pokok Pegawai Negeri Sipil golongan ruang III/a dengan masa kerja 14 (empat belas) tahun per bulan, dibayar oleh Pemerintah.
  8. Pembayaran iuran paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap bulan

Tidak ada denda keterlambatan pembayaran iuran terhitung mulai tanggal 1 Juli 2016. Denda dikenakan apabila dalam waktu 45 (empat puluh lima) hari sejak status kepesertaan diaktifkan kembali, peserta yang bersangkutan memperoleh pelayanan kesehatan rawat inap. Berdasarkan Perpres No. 64 Tahun 2020, besaran denda pelayanan sebesar 5% (lima persen) dari biaya diagnosa awal pelayanan kesehatan rawat inap dikalikan dengan jumlah bulan tertunggak dengan ketentuan: 

  1. Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 (dua belas) bulan. 
  2. Besaran denda paling tinggi Rp30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah). 
  3. Bagi Peserta PPU pembayaran denda pelayanan ditanggung oleh pemberi kerja. 

Note : Call center BPJS maupun Informasi di atas sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan kebijakan BPJS yang berlaku. Agar lebih yakin, sobat bisa langsung mengunjungi laman resmi BPJS Kesehatan (https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/) dan BPJS Ketenagakerjaan (https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/).

Baca Juga artikel terkait lainnya tentang Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan Via Bank BNI dan Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan yang dapat sobat coba!

Akhir Kata

Demikian pembahasan tentang Call Center BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang dapat kami sampaikan. Bagaimana? Sekarang sobat tidak perlu kebingungan lagi bukan jika ingin menghubunginya? 

Silahkan dibagikan, semoga bermanfaat!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *